Makalah Remaja Berhak Jatuh Cinta

5 min read

Makalah Apakah Remaja Berhal Jatuh Cinta Dan Pacaran

Berikut ini adalah contoh makalah Berhak Jatuh Cinta.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASLAH

Remaja adalah salah satu fase dari pertumbuhan dan perkembangan manusia, dimana pada fase tersebut adalah sebuah fase peralihan dari anak-anak menjadi dewasa, fase remaja ini juga disebut masa pubertas.

Biasanya pada saat remaj inilah seorang akan mencoba mencari jati dirinya dengan cara apapun, misalnya dengan mencoba melakukan hal-hal yang sering dilakukan oleh orang dewasa seperti pacaran dan jatuh cinta.

Jatuh cinta pada saat remaja sering juga disebut cinta monyet, karena banyak orang dewasa berfikir bahwa pada saat remaja, seorang belum bisa membedakan apa itu cinta dan apa itu suka, bisa dikatakan bahwa orang dewasa berfikir bahwa para reamaja belum pantas untuk jatuh cinta.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas, Penulis ingin membahas lebih lanjut mengenai pengaruh cinta terhadap kehidupan manusia, berikut adalah rumusan maslahnya :

  1. Bagaimanakah Defenisi Dari Remaja?
  2. Bagaimana Definisi dari Cinta?
  3. Apa Sajakah Faktor Penyebab Remaja Jatuh Cinta?
  4. Apakah Remaja Pantas Merasakan Cinta?

C. TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan penulisan makalah berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas yaitu :

  1. Mengetahuai Defenisi Dari Remaja?
  2. Mengetahui Definisi dari Cinta?
  3. Mengetahui Faktor-Faktor Penyebab Remaja Jatuh Cinta?
  4. Mengetahuai Apakah Remaja Pantas Merasakan Cinta?

BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI REMAJA

Remaja adalah fase peralihan seseorang dari anak-anak menjadi dewasa. Fase remaja sendiri dapat diistilahkan sebagai sebuah perjalanan berlayar, dimana angin yang akan membawa mereka berlayar. Jika angin berhembus dan membawa mereka ke sebuah pulau yang besar dan subur maka mereka akan meraih sukses, dan apabila angin membawa mereka ke sebuah air terjun maka mereka akan jatuh dan hancur disana.

Fase remaja sendiri adalah fase dimana seseorang mencoba mencari jati diri mereka dengan mencoba berbagai macam hal didalam kehidupan, mereka akan mencoba melakukan hal yang biasa dilakukan orang dewasa dan membuatnya kedalam sebuah kebiasaan. Salah satu contohnya adalah jatuh cinta, sesuatu hal yang lumrah dikalangan orang dewasa dan sudah menjadi sebuah kebiasaan yang tak bisa dihilangkan ataupun dilepaskan oleh sebagian banyak orang.

Sebagian besar oramg dewasa pasti berfikir bahwa masa remaja adalah masa yang ‘galau’ atau sulit untuk menentukan pilihan, oleh karena itu sebagian orang dewasa tersebut berfikir bahwa jatuh cinta diusia remaja hanyalah omong kosong belaka. Tetapi, tidak semua remaja yang masih sulit untuk menentukan pilihan, banyak diantara mereka yang sudah berani membuat sebuah komitmen, contohnya banyak remaja yang menikah setelah lulus Sekolah Menengah Atas/Kejuruan.

B. Defenisi Cinta

Apa itu CInta? Didunia ini mungkin tidak ada kata yang lebih banyak diucapkan orang selain kata cinta. Di buku-buku, film-film, sinetron-sinetron, maupun dalam keseharian kata cinta selalu hadir sebagai bintangnya. Akan tetapi, taukah bahwa diantara ratusan juta manusia yang pernah jatuh cinta, sangat sedikit sekali yang mengetahui apa itu cinta? Tahukah bahwa diantara orang yang sering berkata tentang cinta kebanyakan juga tidak tahu apa itu cinta? Bahkan tidak sedikit orang yang tidak bisa membedakan antara rasa cinta dan rasa suka biasa, sehingga definisi cinta cenderung hanya yang berhubungan dengan rasa suka saja. Ironis bukan?

Manusia adalah makhluk sempurna, dalam sifat sempurnanya itu terdapat hati yang berfungsi untuk merasakan. Dengan keajaiban yang diberikan Allah SWT, hati terkadang bisa mendorong mata untuk menangis dan bibir untuk tersenyum. Di hati inilah cinta itu hadir, dengan hati inilah manusia berhak merasakan cinta, dicintai, dan mencintai.

Pertanyaan kemudian muncul, apakah cinta itu? Kapan harus mencintai dan kapan harus dicintai? Nampaknya pertanyaan ini cukup membuat kita tertarik dan mendalaminya lebih lanjut. Kalau ditanya cinta itu apa, mungkin jawaban yang bisa diberikan adalah bahwa cinta itu adalah fitrah manusia.Sebagian orang berpendapat bahwa cinta itu ibarat madu sekaligus racun. Disatu sisi cinta dapat membawa manfaat sekaligus kebahagiaan luar biasa. Namun disisi lain, cinta dapat berubah menjadi hal yang berbahaya, tercela, sekaligus membawa penderitaan.

Seorang psikolog asal Amerika Serikat, Ashley Montagu,1989, memandang cinta sebagai sebuah perasaan memerhatikan, menyayangi, dan menyukaki yang mendalam. Biasanya, rasa cinta itu disertai rasa rindu dan hasrat terhadap sang objek. Perasaan cinta itu akan tumbuh dan terus bertambah besar saat sang objek berada disekitarnya, begitu pula saat objek yang dicintai tersebut berada jauh, rasa cinta itu juga akan terus bertambah besar.

Menurut Imam Al-Qusyairi Al-Naisaburi dalam Al-Risalah, definisi cinta bisa diterjemahkan menjadi enam macam; mualai dari cinta sebagai sesuatu yang paling murni dan rasa saying hingga cinta sebagai benih kehidupan ataupun kehinaan seseorang dalam upaya mencari kekasih. Kecondongan dalam pengungkapan istilah cinta tersebut adalah cinta yang berhubungan dengan sesuatu yang irasional anatara cowok dan cewek adalah al-hawa, yaitu hasrat dan keinginan terhadap orang yang dicintai. Istilah al-hawa ini juga mengandung makna untuk cinta yang terpuji, sekalipun dengan batasan tertentu, seperti sabda nabi Muhammad SAW sebagai berikut “tidaklah slah seorang diantara kalian beriman sehingga hasratnya mengikuti apa yang kubawa.”.

C. Faktor-Faktor Remaja Jatuh Cinta

Pada masa belia, remaja sudah banyak yang mengenal apa itu cinta. Berikut adalah beberapa factor penyebab utama remaja jatuh cinta menurut BURHAN SODIQ, APRIL 2007 yaitu sebagai berikut

  1. Terlalu belia mengenal cinta – Pada zaman yang luar biasa ini nampaknya mempercepat proses remaja mengenal cinta diusia mereka yang sangat belia, mereka sudah mulai merasakan ada perasaan lain dalam dirinya terhadap temannya yang berbeda jenis kelamin dengan diaPada prosesnya para remaja mencoba untuk selalu mengikuti perkembangan zaman, melalui media elektronik seperti TV dan internet, para remaja sudah bisa melihat apa yang terjadi di dunia luar yang sedang tren saat ini seperti pacaran diusia remaja.
  2. Tidak bisa membedakan; simpati, naksir, dan cinta sejati -Saat tertarik pada teman diusia belia, umumnya remaja tidak bisa membedakan antara ketiga hal tersebut. Mereka dilanda kebingungan “apakah saya sedang jatuh cinta beneran, atau hanya sekedar naksir dan simpati saja?” lelaki dan perempuan memiliki tingkat ketertarikan yang berbeda, lelaki biasanya tertarik pada aspek penampilan, mungkin setiap kali ada perempuan cantik, dia akan selalu bilang “kamu adalah cinta sejatiku”. Padahal boleh jadi itu hanya sekedar naksir. Ketika melihat seorang wanita berkerudung dan terlihat mengenaskan, dia mungkin iba. Sehingga dia tertarik untuk menolongnya. Lagi-lagi dia merasa jatuh cinta pada gadis itu. Padahal boleh jadi itu hanya sebuah simpati saja. Simpati tidak memiliki komitmen, demikian pula dengan naksir, kedua hal tersebut hamper mirip sifatnya. Beda halnya dengan jatuh cinta, karena cinta membutuhkan komitmen dan pengorbanan.
  3. Tidak bisa mengukur kadarnya – Sebagian besar para remaja merasa seperti berada di istana langit bila sudah jatuh cinta., Besarnya cinta yang mereka rasakan menghilangkan akal sehatnya, membuat pikiran kacau, dan hatinya selalu gelisah.mereka tidak bisa lagi membedakan apakah sebuah tindakan disebut konyol ataukah tidak hanya demi menyenangkan hati kekasihnya
  4. Terlalu naïf dan polos – Wajah imut para remaja belia ini seolah mencerminkan betapa lugu dan polosnya mereka. Cinta yang mereka rasakan seolah adalah cinta yang sepenuh hati dan sepenuhnya cinta yang mereka rasakan selamanya.Kenaifan dan kepolosan mereka dikarenakan usia yang masih labil. Mereka masih bingung dalam membuat keputusan, dan seringkali gamang dalam mengambil tindakan. Toh, bilapun mereka sudah memilih, pilihan itu akan mudah goyah dan rapuh bila diterjang kritikan dan umpatan dari teman-teman sebayanya.

D. Kelayakan Remaja Jatuh Cinta

Remaja yang positif harus memiliki ciri-ciri yang positif, berikut merupakan ciri-ciri remaja positif menurut SAAT SULAIMAN,2007 adalah sebagai berikut :

  1. Bijak – Bijak adalah sifat yang cerdik, pandai, dan pintar. Definisi bijak bukan berasaskan mengetahui berbagai perkara dan kemahiran semata-mata tetapi tarkif bijak yang sebenarnya ialah mampu membedakan baik dan buruk serta mampu menterjemahkannya kedalam bentuk tindakan, perbuatan, dan perkataan.
  2. Berilmu – Remaja positif ialah remaja yang berilmu, remaja yang berilmu dan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan. Remaja berilimu adalah remaja yang memiliki berbagai pengetahuan dan kemahiran dalam menghadapi kehidupan dan cobaan.
  3. Jati diri – Jati diri adalah kekuatan kepada seseorang dalam menyeimbangkan akal, jasmani, dan rohani. Remaj perlu memiliki jati diri yang kukuh dan kuat
  4. Praktek agama – Remaja memerlukan agama, agama adalah panduan dan bimbingan terhadap remaja. Tanpa agama, remaja akan hidup tanpa kawalan dan pertimbangan. Remaja akan bertuah jika dilahirkan islam, menjadi muslim perlu dibanggakan karena telah terpilih dari jutaan manusia yang berada di muka bumi. Menjadi muslim akan memberi masa depan yang lebih baik di dunia dan akhirat

Dengan beberapa sikap positif diatas dapat disimpulkan bahwa jika seorang remaja memiliki ciri-ciri tersebut maka remaja tersebut pantas masuk ke jenjang atau fase dewasa dan pantas untuk jatuh cinta, karena mereka sudah mampu untuk membedakan yang baik dan buruk, memiliki pengetahuan untuk menghadapi kehidupan, memiliki jati diri sebagai penyeimbang, dan memiliki agama sebagai panduan hidup

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut :

  1. Remaja adalah masa peralihan seseorang dari anak-anak menjadi dewasa
  2. Cinta adalah suatu perasaan sayang terhadap sesuatu yang dapat terjadi kepada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Rasa cinta juga bisa membuat orang bahagia ataupun menderita
  3. Faktor yang menyebabkan jatuh cinta diusia remaja adalah karena mereka sedang mencari jati diri dengan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan orang dewasa, termasuk jatuh cinta
  4. Dalam sudut pandang yang positif, para remaj berhak jatuh cinta kalau mereka sudah mampu membedakan yang baik dan buruk, memiliki pengetahuan untuk menghadapi kehidupan, memiliki jati diri sebagai penyeimbang, dan memiliki agama sebagai panduan hidup

B. SARAN

Dengan diselesaikannya makalah ini Penulis berharap makalah ini mampu untuk menambah wawasan ataupun pengetahuan dari para pembaca. Dan selanjutnya penulis juga mengharapkan saran dan kritik guna untuk meningkatkan kualitas dalam penulisan makalah ini.

Teori Belajar Humanistik

Teori Belajar Humanistik dicetus dengan konsep bahwa Manusia adalah Objek yang melakukan belajar dan mempelajari subjek atau pengetahuan. Teori-teori belajar yang telah dikemukakan kemudian...
Arwini Puspita
9 min read

Makalah Pemanasan Global – Penyebab, Dampak dan Pencegahannya

Berikut ini adalah contoh makalah Pemanasan Global disertai pembahasan mengenai Penyebab, Dampak dan Pencegahannya. Makalah ini disusun untuk tugas kuliah, mata pelajaran fisika SMP...
Arwini Puspita
9 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *