Suasan Perang Salib IV dan Kematian Alexsiox

Perang Salib IV – Kematian Alexios IV dan Jatuhnya Konstatinople

Dzargon – Tujuan utama dari Pasukan Salib yang berjalan dari Eropa ke kota Suci adalah merebut kembali Yerussalem. Termasuk kegagalan Pasukan Salib di perang Salib III, maka Paus kembali melakukan inisiasi untuk merebut kembali Yerussalem melalaui Perang Salib pada tahun 1202 sampai dengan 1204.

Paus Innoceius III dan Perang Salib IV

Paus Innocent III atau Paus Innosensius III memiliki semangat yang tinggi dalam setiap pidato dan khutbah keagamaannya di Eropa akan pentingnya merebut kota suci Yerussalem dari tangan Dinasti Ayyubi.

Khutbah ini kemudian disambut oleh raja-raja dari Prancis untuk membantu Alexius IV Angelos untuk mempertahankan wilayah Bizantium yang smekain habis dicaplok oleh Dinasti Ayyubi sekaligus melaksanakan misi utama merebut Yerussalem.

Setelah gagal melakukan penyerangan langung ke Yerussalem di perang Salib III, target perang Salib IV dipindahkan ke pusat ibu kota Dinasti Ayyubiyah yakni Mesir dengan harapan Mesir memiliki nilai yang cukup besar untuk ditukar guling dengan Yerussalem. Selain itu Mesir menjadi kota Syah Banda yang sangat terkenal kala itu pedagang dari Italia harus melewati pelabuhan Dimiatte agar bisa melakukan perdagangan di jazirah Arab, jika tidak mereka harus menempuh jalur darat yang sangat panjang.

Tahun 1202, konsentrasi tentara salib yang disipakan untuk menyerang Mesir berkumpul di Venice. Arah politik yang bergejolak di Arab termasuk dunia Islam, terjadi perselisihan antaran tentara muslim Seljuk dan Dinasti Ayyubi.

Alexios IV Angelos, selaku pangeran Bizantium memanfaatkan keadaan ini dengan menginisiasi kerjsama militer dengan pasukan Salib Eropa. Hasil tentara salib yang awalnya disiapkan untuk menyerang wilayah Mesir, diarahkan menyrang Konstatinople. Penyerangan tersebut dimulai pada bulan Juli 1203.

Konidi Benteng Konstatinople di Era Modern

Dalam penyerangan ini, banyak strategi yang dilakukan oleh bangsa Eropa berjalan dengan efektif, termasuk serangan mendadak ke Konstatinople. Konsentrasi tentara Islam terpecah menjadi dua sehingga mereka lebih menfokuskan menjaga wilayah Jerussalem dibandingkan beberapa wilayah di Mesir.

Gabungan pasukan Bizantium dan Pasukan Salib Eropa ini terbukti berhasil melakukan infilitrasi ke Konstatinople. Konstatinople jatuh ke tangan Tentara Salib pada April 1204. Alexious IV Angelos kemudian dipilih sebagai pemimpin Konstatinople.

Hanya saja belum cukup setahun memimpin Konstatinople, Alexios dikudeta oleh rakyat Konstatinopel. Keadaan politik di dalam benteng cukup gaduh dan pada bulan Februari 1204, Alexios IV sendiri mati terbunuh. Keadaan Konstatinople menjadi terancam dan tidak stabil.

Hal ini berdampak pada pasukan Salib IV yang harus mengurungkan niat untuk menanklukkan Yerussalem. Hanya saja pada kerusuhan tersebut Pasukan Salib IV sedikit diuntungkan dengan wilayah kekuasaan baru yang mereka ambil dari Bizantium. Wilayah ini kemudian digunakan sebagai basis pertahanaan dalam upaya mencapau Yerussalem.

Perselisihan antara Bizantium sebagai wakil dari Gereja Ortodoks Timur dan Pasukan Salib IV sebagai Wakil dari Gereja Katolik Roma ini juga menandai akhir dari Skima besar antara kedua geraja. Hal ini juga menjadi penanda paling penting mundurnya kerajaan Bizantium kelak setelah perang salib IV.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *