Konspirasi Film Dirty Vote

Semoga saya buat thread ini sesuai tempatnya dan rulesnya, kalau sekiranya ada yang salah, tolong dikoreksi ya Mod, terima kasih.

Saya org awam, buta politik, gak hafal Menteri pun, gk akan mau diajak debat politik karena sadar diri.

Saya hanya rakyat Indonesia yg mau berpendapat, entah kali ini politik terlihat menarik.
Sedang booming “Dirty Vote” ya, saya salah satu dr 4jt (per saat ini) yang menonton, ada banyak pertanyaan dan asumsi saya pribadi yg muncul setelah menyelesaikan dokumenter berdurasi 1:57:21 itu..

  • Film ini dikeluarkan oleh siapa?
    Ada tertera jelas sebenarnya di akhir kolaborasi dengan “siapa”, tapi slogan tsb mengandung sgt banyak makna ambigu.
  • Apa tujuan dibuatnya dokumenter ini?
    Infonya supaya kita org awam ” Melek politik”.
  • Berarti seharusnya netral ya?
    Seharusnya begitu..
  • Dampak yang diinginkan dari sutradara film dokumenter ini apa bagi Pemilu yang akan diselenggarakan 2 hari lagi?
  • Informasi yang di sampaikan keseluruhan negatif semua, kalau seperti ini yang disajikan, siapa yang diuntungkan?
  • Kenapa dikeluarkan di masa tenang?
  • Pilihan tanggal dan jam keluarnya menarik ya.. 11 Feb. Pukul 11:11 PM, Kampanye terselubung kah?
    Sudah sudah.. Gk selesai kalo nanya mulu..

Oke, dokumenter diawali dengan drama sinematik tentang sebuah cuplikan berita.
Saya gk akan menulis secara gamblang paslon-paslonnya, tapi Saya yakin, kalian sudah pasti paham siapa siapa saja yang Saya maksud.
Yang saya dapat dari dokumenter ini..
Dari pembukaan terlihat gamblang kalau hanya menyorot paslon tertentu, menyeret pemikiran org-orang untuk fokus hanya ke paslon tertentu saja.

Lalu di bahas mengenai “pemenang sudah ditentukan sedari awal karena paslon ini selalu berbicara akan menang satu putaran”. C’mon, semua paslon menginginkan 1 putaran, tp kenapa klip yg digunakan lagi-lagi hanya dari paslon tertentu?

Apa paslon lainnya tidak ingin satu putaran?

Saya merasa paslon tertentu hanya sebagai kambing hitam, pemanis agar Paslon lain tidak terkesan “aman” atau mungkin bahkan Paslon itu bisa jadi underdog.

Memang dokumenter ini berdasarkan data yang konkrit dan nyata, tapi juga berdasarkan banyaknya “kliping virtual” yang dikumpulkan dari banyak media, jadi bagi yang malas untuk melihat berita atau yang terlewat bisa mengetahui pemberitaan (lagi-lagi) Paslon tertentu, sayangnya tidak banyak kliping virtual dr Paslon lain yg ditampilkan, hampir tidak ada bahkan.

Ada bagian di mana membahas mengenai pembagian bansos dari Pemerintah yang makin sering dan kenaikan gaji ASN. Kalimat yang digunakan di skrip dokumenter ini sangat terasa di saya seperti menggiring opini ke sudut pandang tertentu yg diinginkan si sang sutradara.

Lalu ada bagian tentang peraturan Menteri berkampanye, paslon tertentu diserang habis-habisan dan sangat fokus dengan pemberitaan Menteri tsb, lagi-lagi, paslon lain hanya sebagai pemanis, lalu paslon yg hampir tak tersentuh muncul dalam satu klip di bagian ini, mungkin untuk mengenyahkan pemikiran “suci dan tidak ada cacat”nya.

Ternyata film dokumenter ini tidak cukup netral, karena ketiga narasumber tersebut mendukung paslon tertentu.
Tapi kan mereka ahli?

Gini lho, kenapa saya anggap tidak netral, Paslon Capres dan Cawapres kan ada 3, film ini dibuat bukan untuk membuat rakyat Indonesia “melek” politik, karena jika itu tujuannya, maka pembahasan akan secara merata terbagi, tapi ini seperti menonton drama “kupas tuntas MKMK”, jd ingat film ICE COLD.. Memang beda tujuan dan narasi tapi dark vibenya terasa.

Banyak komen yg nulis nangis2, kaget, shock, gk nyangka dgn betapa hancurnya demokrasi dan rusaknya pemimpin saat ini.. sangat naif kalau menganggap politik itu bersih dan suci.
Yang lebih mind blowingnya, utk potongan klip yang ditampilkan diakhir dokumenter, seperti menambah efek drama politik.

Oh ya.. Random aja siy.. Saya menghitung seberapa sering nama 3 Paslon disebut, baik Wapres atau Cawapres. Bukan menandakan penilaian tapi menandakan seberapa banyak Paslon yang di bahas di dokumenter ini.

Anies dan Imin = 1
Prabowo dan Gibran = 1111111111111
Ganjar dan Mahfud = 111

Saat ini masa tenang, tp hebatnya film tersebut direlease malam hari pukul 11:11 PM tanggal 11 Februari 2024, di saat 3 hari lagi menjelang pencoblosan, sehingga paslon- paslon tidak ada yang bisa menanggapi apapun yang terjadi yang berhubungan dengan campaign pemilu, entah itu black campaign atau negative campaign.
Sudah bisa jawab belum ya pertanyaan ini…

Kira-kira siapa yang diuntungkan setelah film ini dikeluarkan?

Talking bout democracy are being abused..
Damn.. politics are really really dirty.

Catatan kaki:
Terlepas dr semua, Keren siy cara dokumenter ini menggiring opininya, dan massive plannya si bapak juga mind blowing, yg sedari awal dikira di setir sama nenek.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *