Pamer pakaian dalam atau pakaian yang seharusnya tidak ditunjukkan menjadi salah satu trend terutama di kalangan wanita. Trend ini semakin viral karena banyaknya selebritis dan selebgram yang ikut memamerkan pakaian dalam mereka dalam berbagai kesempatan.


Daftar Isi
Wanita Pamer Pakaian Dalam
Body positivity atau kebebasan dalam mengekspresikan penampilan diri menjadi salah satu trend yang terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan sarana dalam mengekspresikan diri. Pemikiran ini menganut konsep bahwa tidak ada larangan dalam mengekspolrasi tubuh.
Penampilan dan ekspresi tubuh dianggap bagian dari hak azasi manusia yang wajib dihormati oleh siapapun. Besarnya andil IT, khususnya media sosial menjadi gerbang yang membuat nilai-nilai dari budaya liberal barat turut andil dalam meluasnya Body Positivity.
Tubuh dan Seksualitas
Mereka menunjukkan pakaian dalam atau lekuk tubuh sering kali dianggap sebagai simbol kenyamanan diri dan bentuk kebebasan berekspresi, bukan semata-mata untuk menarik perhatian lawan jenis. Jadi jauh dari urusan bobroknya moral.
Dalam perkembangan masyarakat mode fesyen modern kekinian , seakan ada pandangan bahwa pakaian dalam sebagai outerwear ini sangat normal atau biasa. Sehingga pandangan dunia mode modern kekinia., pembatas antara pakaian dalam dan pakaian luar semakin kabur. Perempuan dalam hal ini yang sering dikenai oleh perkembangan evolusi dan revolusi fesyen , mulai terkena musim mode misalnya korset, bra, atau celana boxer bermerek kini sering dipakai secara terbuka sebagai luaran.
Mungkin ini bagian dari strategi pemasaran dan flexing merek sebuah produk. Bagaimana konsep pakaian dalam dari lini mode tertentu memiliki karet pinggang atau tali dengan logo desainer yang sangat jelas. Memperlihatkan bagian tersebut sering kali menjadi cara halus untuk menunjukkan status sosial atau gaya hidup mewah. Tetapi nyatanya tidak semua perempuan mampu bergaya degan hidup mewah gaess, sehigga untuk tetap mengikuti alur fenomena peradaban kebebasan berekspresi perempuan, sekarang ini banyak perempuan yang memperlihatkan gaya hidupnya dimedia sosialnya bukan flexing.
Wajar jika perempuan ingin berbagi cerita tentang kehidupan sehari-harinya mungkin saat olahraga gym, berenang atau sedang santai bangun tidur di media sosial tanpa bermaksud untuk pamer atau mencari perhatian secara negatif. Media sosial sering kali menjadi ruang digital untuk berekspresi, mendokumentasikan memori, atau mencari koneksi dengan teman-teman terdekatnya. Memperlihatkan gaya yang sama, model celana yang sama atau kesukaan hobi, atau mungkin baju renang terbarunya dan dari sana terjadi respom koneksi diantaranya secara lebih renyah gaess. Saling curcol dan saling mengingatkan diantara mereka gaess.


