Rio Dewanto Main Film Bridezilla, Teringat Paniknya Saat Siapkan Pernikahan

1 min read

Rio Dewanto

Dzargon – Sipa sih yang tak kenal dengan Rio Dewanto? Yup, ia adalah aktor Indonesia yang saat ini tengah disibukkan dengan promosi film terbarunya yang berjudul ‘Bridezilla’. Seperti yang kita ketahui bahwa film tersebut akan tayang pada tanggal 1 Agustus 2019 mendatang.

Kendati demikian, siapa sangka dengan menjadi salah satu pemain dalam film ‘Bridezilla’ yang bercerita tentang pernikahan membuat Rio teringat tentang pernikahannya dulu.

Suami dari Atiqah Hasiholan ini juga mengatakan bahwa di dunia nyata dirinya sempat merasakan bagaimana menjadi Bridezilla. Yup, Bridezilla merupakan pasangan yang panik ketika akan menjelang acara pernikahan. Seorang Bridezilla terkadang menginginkan pernikahannya sempurna tanpa ada cacat sedikit pun.

“Waktu saya nikah dulu (jadi) groomzilla. Saya dan istri saya tuh, groom dan bridezilla. Bisa kebayang kan?” tutur Rio Dewanto saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (24/7/2019) kemarin.

Seperti yang kita ketahui bahwa Rio dan Atiqah menikah pada tahun 2013 yang lalu. Pernikahan keduanya diketahui mengambil konsep yang tak biasa. Yup, bagaimana tidak pernikahan mereka digelar di luar ruangan dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan saja. Menariknya lagi, acara tersebut digelar di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu.

Pulau Kelor merupakan sebuah tempat bersejarah yang dimana dulunya menjadi lokasi pemberontakan yang melawan Belanda dieksekusi dan dikubur. Apalagi pada saat itu, belum ada satu pun acara pernikahan digelar di tempat tersebut. Kendati demikian, untuk mendapatkan izin menempati pulau tersebut juga bukanlah sesuatu perkara yang mudah mereka lalui.

“Jangan-jangan WO (Wedding Organizer) saya yang dulu sudah tutup kali ya, setelah pusing mikirin konsep nikah saya. Karena ribet,” cerita Rio sambil tertawa mengingat persiapan pernikahannya dengan sang istri.

Rio mengungkapkan bahwa pernikahannya dulu merupakan sesuatu yang persiapannya cukup merepotkan. Tak hanya masalah izin menempati lokasi tersebut, mereka juga harus memikirkan sarana transportasi yang akan digunakan oleh para tamu undangan untuk sampai di tempat pernikahan.

“Kalau yang saya lewati, venue nikah belum dipakai sama sekali. Akses kapal, tamu harus naik kapal, ya untung nikah hanya sekali ya,” ungkap Rio Dewanto kemudian.

Hingga pada akhirnya, pernikahan Rio dan Atiqah dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan pernikahan impian mereka. Oleh karena itu, kini pasangan tersebut telah memiliki cerita pernikahan yang kemudian hari dapat ia ceritakan kepada sang buah hati, Salma Jihane Putri Dewanto.

“Saya, istri dan Salma suka liat albumnya. Terus Salma bilang, ‘dress ibu lucu ya’. Anak saya, mau tidur aja pakai dress. Kalau kemarin tutu, sekarang berubah jadi dress,” kata Rio Dewanto.

Sejarah Berdiri dan Tujuan Muhammadiyah

Muhammadiyah menjadi salah satu Organisasi Modern yang dibangun pada masa pembentukan gerakan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 masih berdiri...
Arwini Puspita
1 min read

Teori Neurosains dalam Pendidikan dan Pembelajaran

1. Sejarah Perkembangan Neurosains Neurology dimulai ketika Cajal, ilmuwan Spanyol ( pemenang Nobel 1906/ menemukan 4 doktrin Neuron sbb: Sel saraf, sebagai unit sinyal...
Arwini Puspita
12 min read

Laporan Praktikum Menentukan Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter

1. Judul Percobaan   Menemukan  Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter 2. Tujuan Percobaan Menganalisis keberlakuan asas black pada proses pertukaran kalor menentukan kalor jenis logam...
Arwini Puspita
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *