Memahami Komposisi Rule of Third dalam Fotografi

1 min read

Dzargon – Salah satu komposisi paling dasar dari dunia fotografi adalah Rule of Third. Bahkan kamera Digital Single Light Reflection atau DSLR memiliki grid standar di Live View-nya dalam bentuk Role of Third.

Lantas mengapa komposisi ini menjadi salah satu komposisi paling dasar? dan apa sih fungsi dari Komposisi ini?

Agar lebih jelas ada baiknya kita mengupas lebih dahulu mengenai Rule of Third agar lebih mudah memahami fungsi komposisi dalam fotografi.

Foto landscape sederhana dnegan baling baling tenagar turbin

Pengertian Komposisi Rule of Third

Rule of Third adalah komposisi dimana frema fibagi ke dalam sembilan area yang sama besar. Pembagian ini dilakukan dengan bantuan 4 garis khayal dimana dua haris khayal akan membagi daerah secara horisontal dan dua sisa membagi area secara verital sehingga menghasilkan tiga daerah secara vertikal dan tiga daerah secara horisontal.

Tiga daerah yang memiliki area luasan yang sama besar kemudian dipilih menjadi nama komposisi ini yakni Rule of Third. Meskipun dasar, Komposisi ini sebenarnya pengembangan dari komposisi Golden Rasio dari Fibonacci Squence.

Rule of Third adalah komposisi yang mengupayakan keseimbangan simetri dari setiap elemen yang ada dalam frame. Tujuan tentu saja untuk membuat objek dapat divisualisasikan dengan jelas.

Rule of third fotografi landscape keren

4 garis dalam komposisi ini akan saling berpotingan di empat titik. Titik ini disebut juga dengan Force object Point yang berarti objek haruslah diletakkan di perportongan objek tersebut, namun karena jumlahnya ada empat bukan berarti ke empat titik tersebut harus terisi dengan penuh.

Objek hanya boleh menempati salah satu dari empat titik tersebut atau bisa juga menempati lebih dari satu dari titik tersebut jika memang terdapat lebih dari satu objek yang akan diabadikan ke dalam gambar.

Foto capung keren Rule of Third

Lantas apa kegunaan dari garis horisontal dan vertikal tersebut?

Dua garis veritkal dan horisontal tersebut sangat bermanfaat dalam foto yang memiliki banyak objek atau memiliki garis cakrawala. Jika terdapat garis cakrawala maka tempatkanlah cakrawala tersebut tepat berhimpitan dengan salah satu garis.

Misalnya jika kita kita menceritakan indah langit sore hari, maka letakkan garis horison tapt pada garis 2/3 bagian di mana langit memiliki porsi lebih banyak, begitupun sebaliknya.

Komposisi foto prewedding pose ciuman dengan pasangan di pinggir pantai

Namun jika kita ingin bercerita tentang indahnya suasana pantai maka letakkan garis cakrawala di garis 1/3 bagian dimana fore-ground memiliki lebih banyak porsi dalam gambar.

Sejarah Berdiri dan Tujuan Muhammadiyah

Muhammadiyah menjadi salah satu Organisasi Modern yang dibangun pada masa pembentukan gerakan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 masih berdiri...
Arwini Puspita
1 min read

Teori Neurosains dalam Pendidikan dan Pembelajaran

1. Sejarah Perkembangan Neurosains Neurology dimulai ketika Cajal, ilmuwan Spanyol ( pemenang Nobel 1906/ menemukan 4 doktrin Neuron sbb: Sel saraf, sebagai unit sinyal...
Arwini Puspita
12 min read

Laporan Praktikum Menentukan Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter

1. Judul Percobaan   Menemukan  Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter 2. Tujuan Percobaan Menganalisis keberlakuan asas black pada proses pertukaran kalor menentukan kalor jenis logam...
Arwini Puspita
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *