Mahluk-Mahluk Mistis dan Mitos di Tanah Bugis-Makassar Sulawesi Selatan

3 min read

Kisah hantu horor dan misterius dan parakang di makassar

Dzargon – Sulawesi Selatan terkenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kebudayaan yang sangat tua. Epos i La Galigo sendiri berupa kisah turunnya mahluk suci dari Batara untuk memperbaiki kehidupan rakyat Sulawesi yang kala itu sangat tidak patuh pada hukum dan hanya yang kuat yang menang.

Di samping Epos i La Galigo, Sulawesi Selatan juga terkenal dengan sosok mahluk mistis dan mitos yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat di sana. Berdasarkan penelurusan tim Dzargon.com berikut ini adalah deretan mahluk mistis dan mitos dari Sulawesi Selatan.

1. Parakang

Parakang adalah manusia yang tersesat setelah mencari ilmu pesugihan justru merubahnya menjadi mahluk yang menyeramkan. Meskipun Parakang masih bisa berwujud normal namun pada saat hajatnya harus tuntas seorang parakang akan mengisap dan memakan Rektum Manusia sampai korban akhirnya mati.

Hajat tersebut harus ia tuntas baik dilakukan atau dengan terpaksa. Konon seorang parakang yang tidak ingin menuntaskan hajat memakan manusia, ia akan tertidur dan dalam mimpinya akan melihat dirinya berupaya memakan pisang. Pisang tersebut sangat tinggi sehingga ia harus melompat sampai akhirnya mendapatkan pisang tersebut. Jika sudah didapat dan dimakan ia akan terbangun. Keadaan pada saat ia terbangun tangan dan mulutnya sudah bersimbah darah.

Dalam menjalankan aksinya Parakang bisa berubah wujud menjadi hewan, tanaman atau benda-benda lain yang modelnya ganjil. Misalnya saja kalau dia jadi anjing maka ia akan berubah jadi anjing namun tanpa ekor dengan mata merah. Jika ia berubah jadi pohon pisang maka daunnya hanya tiga lembar yang tidak lain adalah kepala, dan kedua tangannya.

Ilmu parakang bisa didapatkan melalui dua cara yakni berburu ilmu parakang atau disesatkan guru. Yang kedua adalah turunan dimana Ilmu tersebut harus diwariskan paling tidak ke satu orang dan yang paing dekat tentu saja anak dari Parakang itu sendiri.

2. Poppo

Poppo juga manusia sama seperti parakang hanya saja Poppo tidak berubah pada saat beraksi. Poppo berkasi dengan meninggalkan organ dalam tubuhnya di Pamakkang (Plafon rumah rumah) lalu keluar dari timpa laja (bugis) atau timba sila (makassar).

Ilmu Poppo ini dimanfaatkan oleh orang-orang dahulu agar kuat dalam bekerja namun matanya akan terlihat selalu merah dan suka meludah. Poppo akan beraksi pada malam hari dan pada saat ia sedang tidak ingin makan manusia maka ia akan mengincar buah-buahan masakah seperti pisang ataupun mangga.

Ada dua Jenis Poppo yang dikenal di Sulawesi Selatan yakni Poppo Sallang yang agresif dan memakan orang yang sekarat atau sakit, sedangkang yang kedua adalah Poppo Mandala yang hanya memakan buah-buahan dan darah hewan ternak.

3. Tujua ‘

Tujua adalah istilah yang merujuk pada tujuh orang anak raja yang sangat nakal sekali. Sangking nakalnya tujua ini hobi mengganggu orang yang sedang beribadah. Konon seorang Kiayai menyumpai ke tujuh orang ini agar tidak diterima di alam kubur karena sering diganggu saat sedang pengajian dan sholat.

Setelah meninggal arwah dari tuju bersaudara ini tidak diteruam di kubur dan terus saja bergentayangan persis sama jahatnya ketika masih hidup. Kuburannya sampai hari ini bisa dilihat di Dusun Bayoa, Desa Galesong Kota, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Makan ini banyak diziarahi oleh orang-orang penyembah kuburan dan pada sat berziarah mereka akan membawa pulang Minyak yang konon menganudng kekuatan dari arwah Tujua ri Galesong. Karena termasuk sekte jahat maka Arwah Tujua sangat ampuh digunakan sebagai media santet (guna-guna), oleh orang Makassar disebut Ni Pitabai.

Tujuah bersaudara memiliki karakter yang berbeda dan konon yang si bungsu yang sumbing dan bisu ini yang menyusahkan ketika masuk ke dalam tubuh korban karena kemauannya sulit dipahami sebab si arwah yang sumbing dan bisu. Sangkin tempramennya kalau si bungsu sudah masuk biasanya korban yang disantet akan mencoba mebenturkan kepalanya ke dinding sampai pecah. Jadi kalau tidak diselamatkan maka korban akan tewas.

4. Tallu Ana

Secara harfiah Tallu diartikan sebagai Tiga Anak. Tallu anak adalah roh perempuan yang keluar pada saat kabut turun sehingga banyak dikisahkan oleh orang-orang yang berada di sekitar pegunungan. Dahulu kala Sulawei di selimuti oleh hutan lebat sehingga dari dataran saja terkadang diselimuti kabut setelah dan menjelan hujan.

Roh Tallu ini sangatlah resek karena suka menyembunyikan anak kecil di Istanyanya. Meskipun tidak diapa-apakan namun terkadang anak yang disembunyikan baru akan ditemukan paling cepat tiga hari di tempat-tempat seperti hutan atau dekat dengan pohon besar.

Kalau lebih dari tiga hari, biasanya si anak akan diberi makan oleh si Roh. Uniknya makanan yang anak-anak ini lihat adalah hidangan yang lezat namun sebenarnya itu adalah Cacing dan Belatung.

Hantu Makassar yang Suka sembunyi anak Tallu Ana

5. Asu Panting

Di Bugis disebut sebagai Asu Panting sedangkan orang makassar menyebunya Asu Pancing. Mahluk ini bermikin di sekitar gunung Bawakaraeng dan terkadang diikuti oleh anjing-anjing hutan dam bentuk kelompok. Asu Panting sering mendatangi pemukiman warga di sekitar kaki Gunung Bawakaraeng.

Asu Panting ini sendiri adalalah peliharaan Mappillelea, siluman yang menunggangi kuda yang sangat tinggi. Jika yang datang hanya segerombalang Anjing yang menyalakn seram, maka ia hanya dipimpin oleh Asu Panting. Hal ini tidak berbahaya karena Asu Panting hanya meneror tapi tidak melakukan hal-hal aneh. Namun jika Asu Panting datang bersama tuannya yakni Mappilelea, maka Bencana akan datang pada malam itu.

Mappilelesa sendiri berarti sang penyebar bencana dalam bahasa makassar.

6. Cambeu’

Cambeu atau Ambeu secarah harfiah dilafalkan seperti memangilku Ibuku dalam bahasa bugis. Cambeu adalah hantu anak kecil yang mati karena diaborsi ibunya. Konon kehadiran Cambeu ditandai dengan suara “mbeu” yang sayup-sayup terdengar. Kehadiran Mbeu lebih sering pada sore menjelang magrib terutama pada saat hujan gerimis. Sosoknya seperti bayi dengan ukuran 30 cm dengan rambut dan kuku panjang.

Cambeu’ adalah hantu yang dendam dengan orang tua nya karena dendam telah dibunuh namun karena jiwanya masih muda maka dia tidak tahu siapa orang tuanya. Makanya jika kita melihat Cambeu lalu menunjukkan jika ibunya ada di rumah si A, maka Cambeu akan kerumah tersebut terus mencakar wanita yang ditunjuk sebagai ibunya.

7. Longga’

Longga berasal dari bahasa Makassar yang secara harfiah dengan arti “Tinggi”. Namanya dimabil dari sosoknya yang sangat tinggi sangking tingginya sangat jarang orang yang pernah melihat wajahnya hanya kaki sama badannya sekalipun kita mendongak ke langit.

Longga adalah hantu dari bangsa Jin yang merupakan pemimpin mahluk halus dari suatu kampung. Orang-orang makassar mengatakan Longga sebagai Penjaga Kampung atau Panggonroang Kampong. Sangkin percayanya dengan kekuasaan kampung ini ada banyak rapalan dan mantara baik yang diambil dari mantra Anismisme Sulsel dan Bacaan dari Agama Islam untuk memperkenalkan diri kita ke Penjaga kampung agar tidak diganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *