Ini Kesulitan Mawar De Jongh Mendalami Peran dalam Film ‘Bumi Manusia’

1 min read

Mawar De Jongh

Dzargon – Aktris Mawar De Jongh memulai kariernya di dunia hiburan Tanah Air sejak taun 2005 yang lalu sebagai aktris, model, dan penyanyi Indonesia. Beberapa judul film dan sinetron pun telah ia bintangi. Kini wanita yang kerap disapa Mawar tersebut dipercaya untuk berperan sebagai Annelies dalam fil terbaru yang berjudul ‘Bumi Manusia’.

Kendati demikian, bukan sesuatu yang baru apabila seorang pemain berusaha untuk mendalami karakter yang akan diperankan dalam film. Akan tetapi, siapa sangka dalam film ‘Bumi Manusia’ Mawar mengalami kesulitan lantaran harus merasakan kesedihan yang dialami oleh Annelies dalam film tersebut.

Sementara itu, menurut sang sutradara, Hanung Bramantyo dalam film ‘Bumi Manusia’ wanita berusia 17 tahun tersebut diketahui memiliki beberapa kesamaan dengan tokoh Annelies. Sehingga Hanung menganggap bahwa pada saat syuting taka da kesulitan yang harus dihadapi oleh Mawar.

“Secara tubuh, pikiran dan jiwa, Mawar ini sudah memasuki alam Annelies. Apalagi didukung ayah Mawar yang juga seorang warga negara Belanda. Bahasa Belanda juga bukan bahasa asing untuk Mawar. Hanya saja pengalaman batin yang harusnya diolah, dilupakan olehnya,” ungkap Hanung Bramantyo yang dilansir dari Kumparan, pada hari Selasa (9/7/2019).

Hanung juga mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar terjadi. Apalagi usia mawar masih sangat muda sehingga terkadang tak peduli dengan apa yang dinamakan pengalaman batin. Walaupun begitu, harus diingat bahwa pengalaman batin merupakan sebuah modal yang besar bagi seorang pemain. Oleh karena itu, sebagai sutradara Hanung berusaha keras untuk menumbuhkan pengalaman batin Mawar.

Tak hanya itu, untuk melakukan setiap adegan dalam film ‘Bumi Manusia’ Mawar diketahui harus berimajinasi terlebih dahulu. Sampai-sampai Hanung diketahui tak ragu untuk menyakiti para pemain film agar apa yang diharapkan dapat muncul seperti rasa sakit yang sangat mudah disalurkan lewat akting.

Yup, siapa sangka Hanung juga sempat meminta Mawar untuk memukul dirinya sendiri atau mendorong dirinya, akan tetapi Mawar tak melakukannya dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, Hanung berinisiatif mendorong Mawar sampai jatuh. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan bukan untuk menyakiti.

“Mungkin karena sungkan atau takut jika dia melakukan itu akan memunculkan traumanya, maka saya kemudian mendorongnya sampai dia terjatuh. Tapi kami melakukannya tidak dalam rangka menyakiti, tapi untuk menghadirkan ingatan emosi yang sudah sejak lama dia kubur,” ungkap Hanung.

Siapa sangka dengan cara Hanung tersebut berhasil membuat Mawar akting secara natural. Mawar akhirnya dapat mengekspresikan kesedihan dengan sempurna. “Permainannya sangat natural ketika memekikkan kepedihan,” kata Hanung Bramantyo.

Seperti yang kita ketahui bahwa lawan main Mawar De Jongh dalam film ‘Bumi Manusia’ yaitu Iqbaal Ramadhan. Tak hanya itu, Hanung juga mengungkapkan bahwa sebagai sutradara dirinya puas dengan penampilan pemeran utama wanita dan prianya. Film ‘Bumi Manusia’ rencananya akan tayang diseluruh bioskop Tanah Air pada tanggal 15 Agustus 2019 mendatang.

Sejarah Berdiri dan Tujuan Muhammadiyah

Muhammadiyah menjadi salah satu Organisasi Modern yang dibangun pada masa pembentukan gerakan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 masih berdiri...
Arwini Puspita
1 min read

Teori Neurosains dalam Pendidikan dan Pembelajaran

1. Sejarah Perkembangan Neurosains Neurology dimulai ketika Cajal, ilmuwan Spanyol ( pemenang Nobel 1906/ menemukan 4 doktrin Neuron sbb: Sel saraf, sebagai unit sinyal...
Arwini Puspita
12 min read

Laporan Praktikum Menentukan Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter

1. Judul Percobaan   Menemukan  Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter 2. Tujuan Percobaan Menganalisis keberlakuan asas black pada proses pertukaran kalor menentukan kalor jenis logam...
Arwini Puspita
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *