Gaya Hidup Remaja

Menurut kalian apasih itu gaya hidup remaja? Atau, kalian pernah gak denger tentang gaya hidup remaja?. Nah, gaya hidup remaja adalah hasil dari pendidikan yang berlangsung dalam keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat yang saling berkaitan. Tentunya gaya hidup remaja ini juga memiliki dampak positif dan juga negatifnya. Yuk, kita sama-sama mencermati tentang gaya hidup remaja.

 Nah, teman-teman, sebelum kita membahas tentang contoh dan dampak positif maupun negatif dari gaya hidup remaja, perlu kita ketahui bahwa gaya hidup remaja di era modern seperti saat ini sangat berpengaruh pada setiap remaja. 

Menurut riset generasi remaja masa kini dicirikan oleh beberapa hal, yaitu sangat berpusat pada diri sendiri dan ingin memuaskan keinginannya tanpa berfikir panjang. Mereka terbiasa dengan musik yang keras, tato, minuman beralkohol, party, dll. Mereka kurang dalam hal kepemimpinan, inisiatif, motivasi, dan komitmen. Bunuh diri yang marak terjadi pada generasi ini menjadi salah satu alasan yang diambil mereka saat mengalami masa-masa yang sulit. Mereka mempercayai bahwa kesuksesan itu bergantung pada diri mereka sendiri. Mencari pekerjaan yang baik sudah menjadi prioritas utama mereka. Dalam kehidupan yang sangat sulit, mereka merindukan keluarga sebagai tempat menghadapi kesulitan hidup. Mereka membutuhkan identifikasi pada kebutuhan pasar, seperti memakai sepatu atlet terkenal, memakai baju dari brand terkenal, dll.

Remaja di era modern seperti sekarang sudah terbiasa berbelanja, mereka membeli barang yang mereka inginkan, bukan yang mereka butuhkan. Ironisnya lagi, contoh ini mereka dapatkan dari orang tua dan pengaruh iklan yang tersebar di luaran sana. Mereka sangat senang melakukan perjalanan dan petualangan, termasuk menjelajah lewat jejaring internet. Mereka senang melakukan hal-hal seperti mengoleksi CD, menonton televisi, “chatting”, bermain sosial media, dan lain-lain yang pada akhirnya bisa menyebabkan mereka terkena penyakit kecanduan media. Di sisi lain, mereka adalah generasi yang sangat rindu untuk bisa hidup senang dan bahagia. Sehingga bagi seorang anak zaman sekarang gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap orang yang mengenakannya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral orang tersebut dalam masyarakat di sekitarnya dan bagaimana cara orang tersebut hidup. Namun, sebagian besar remaja zaman sekarang itu malah menyalahgunakan gaya hidupnya.

Adapun contoh positif dari gaya hidup modern bagi remaja, yaitu: 

1. Menabung Saat kita memiliki uang lebih, terkadang kita sering kali kalap mata dalam menggunakan uang. Beli ini dan itu di hari yang sama tanpa memikirkan hari esok. Tentunya uang yang baru saja diterima akan lenyap dalam sekejap. Nah, daripada dibelanjakan untuk hal-hal yang kurang penting lebih baik uangnya kita tabung ya guys. 

2. Membuat daftar belanja agar tidak asal beli Belanja menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Tetapi di sisi lain, aktivitas ini pula yang bisa membuat kita menjadi boros. Agar nafsu belanja bisa dikontrol dengan baik, buatlah anggaran belanja terlebih dulu sebelum pergi ke supermarket. 

Selain contoh positif, adapun contoh negatif dari gaya hidup modern bagi remaja, yaitu: 

1. Gaya hidup konsumtif Gaya hidup konsumtif merupakan gaya hidup dimana seseorang yang secara berlebihan membeli suatu barang atau jasa dengan mengutamakan keinginannya daripada kebutuhannya dan secara ekonomi akan menyebabkan pemborosan. 

2. Westernisasi Westernisasi atau pembaratan, juga oksidentalisasi, adalah sebuah proses dimana pola kehidupan masyarakat meniru gaya budaya Barat seperti gaya berpakaian, tingkah laku, maupun kebudayaan.

Teman-teman, konsep diri didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan, atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya yang meliputi kemampuan, karakter, maupun sikap yang dimiliki individu. Konsep diri terus terbentuk dari masa anak-anak sampai yang paling intens di masa remaja.

Konsep diri pada remaja tentu harus positif, dengan begitu remaja akan memberikan dampak baik kepada lingkungannya. Namun, kerap kali remaja merasa kecewa dan memandang diri negatif akibat pengaruh disekitarnya, kalau sudah seperti itu konsep diri akan berubah menjadi negatif. Jadi, untuk mempertahankan konsep diri yang positif berikut cara yang bisa dilakukan oleh peserta didik di usia remaja:

 Menghargai diri sendiri Jangan selalu merasa iri dengan teman-teman disekitarmu. Cobalah untuk merenungkan diri dan menyadari apa yang menjadi kelebihan, keahlian, dan kekuranganmu. Setelah merenungkan diri, kamu akan jauh lebih menghargai dirimu sendiri dan fokus untuk mengembangkan apa yang menjadi passion-mu. Yuk, mulailah tingkatkan rasa percaya diri mu dan cobalah untuk mencintai dirimu sendiri dengan segala kekurangan dan juga kelebihan yang dimiliki. 

 Berpikir positif Fokus pada hal-hal positif dan pandanglah setiap masalah sebagai peluang untuk meraih kesuksesanmu di masa depan. Jangan menjadikan segala sesuatu yang tidak berjalan sesuai kehendakmu menjadi beban tersendiri. Nikmatilah usia remajamu dengan mencoba berbagai hal yang kamu sukai dan ingat untuk selalu berolahraga, agar terus berpikiran positif. 

 Menolong orang lain Mengikuti kegiatan bakti sosial di sekolah atau kegiatan sosial di lingkungan maupun gereja dapat membuat kamu berpikir positif tentang sekitarmu dan dirimu sendiri.

Yuk, teruslah berdampak positif untuk orang-orang disekitarmu, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini! Semangat!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *