Fungsi Awal Rok Mini

Belakangan ini rok mini ramai di perbincangkan, mulai dari isu penyebab pemerkosaan hingga yang baru tentang di perdebatkannya pemakaian rok mini di DPR.

Rok mini adalah salah satu fashion atau model berpakaian yang memang lagi trend, tapi pernahkah terpikir bagaimana dan kenapa sampai rok mini bisa muncul.

Wanita Kantoran

Rok mini dipopulerkan oleh Mary Quant, seorang desainer Inggris berpengaruh di tahun 1960-an. Dia mendesain sebuah gaun dengan rok yang pendeknya sekitar 12 cm hingga 14 cm di atas lutut. soal ini, Quant menyatakan bahwa rok mini bisa memudahkan perempuan untuk mengejar bus ketika bekerja. alasan yg cukup masuk akal dan sebenarnya sangat jauh niat2 untuk menonjolkan vulgarisme.

Desain ini semakin terkenal ketika model yang juga aktris asal Inggris, Jean Shrimpton mengenakan sebuah rok mini yang dibuat oleh Colin Rolfe, yang menggemparkan publik. Rok ini pun diidentikkan sebagai sebuah kebebasan berekspresi sekaligus jadi salah satu simbol gerakan feminis. Sejumlah feminis dunia seperti Germaine Greer atau Gloria Marie Steinem dilaporkan sering menggunakan fashion item ini.

Nah, dapat kita simpulkan sebetulnya tujuan/ fungsi awal terciptanya rok mini jauh dari tujuan yang negatif, mengejar bus.

“Kenapa harus rok mini? Kenapa tidak memakai celana saja? Kan lebih mudah kalau untuk mengejar bus”.
Mungkin di karenakan zaman dulu celana untuk perempuan masih dianggap hal yang tabu, karena dulu sisi feminisme perempuan sangat di junjung tinggi.

Tapi sekali lagi seiring berjalannya waktu mungkin bisa di bilang fungsi dari rok mini sudah melenceng, rok mini lebih cenderung berkaitan dengan hal negatif karena memang bentuk dan penggunaannya yg memang sudah lewat dari norma dan batasan yang ada.

Kembali kepada diri masing-masing untuk menyikapinya, apakah memang pantas atau tidak.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *