Fotografi Landscape dan Jenis Lensa Wide

Fotografi Landscape dan Jenis Lensa Wide

Dzargon. Lanscape fotografi adalah genre fotografi yang paling populer di seluruh dunia, bahkan beberapa foto termahal dunia merupakan jenis foto lanscape. Sebut saja foto yang pernah nongkrong pada tampilan utama windows Xp dengan judul Bliss milik Charles O’Rear. Foto landscape padang rumput ini terjual dengan harga hampir 1 milliyar rupiah hanya untuk sebuah foto landscape dan hal yang paling menarik adalah foto ini diambil menggunakan kamera analog berukuran medium format.
Fotografi landscape hampir dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. hal ini terjadi karena pemandangan alam dalam foto selalu memiliki ciri khas yang menarik hati. Mulai dari padang rumput, padang pasir, hutan, pandai, air terjun hingga canyon selalu mecuri perhatian. Tidak hanyak dalam genre warna, foto landscape juga menarik dalam bentuk hitam putih. Bahkan beberapa foto hitam bisa bercerita lebih banyak daripada foto warna, bergantung dari fotografernya.
Untuk mengabadikan gambar landscape dibutuhkan beberapa alat dan tips yang harus dimiliki, ada beberapa aturan yang harus dipenuhi tertutama lensa. Lensa yang digunakan haruslah lensa wide dengan panjang focal length di bawah 35 mm untuk full frame dan 20 mm untuk kamera crop factor. Nah dalam artikel ini saya akan mecoba berbagi beberapa jenis lensa yang baik digunakan untuk landscape fotografi. Lensa yang ingin saya sarankan ada dua yakni lensa auto focus dan lensa analog dengan focus manual.
Lensa Analog untuk lendscape

Dalam memilih lensa tentunya aperture adalah prioritas utama. Biasanya lensa dengan bukaan diafragma besar sangat populer tentu saja harganya juga sangat mahal. Nah dalam memilih lensa landscape, kita tidak mesti memilih lensa dengan bukaan apperture besar, karena ujung-ujung fotografi landscape sebaiknya menggunakan bukan terbesar maksimal f/8. Kecenderungan saya dalam fotografi landscape menggunakan bukaan lensa f/11 atau f/16 selain memberikan efek shutter time yang lebih lambat, ini juga memberikan ruang tajam yang lebih panjang.

Ada beberapa teman yang bertanya, kenapa sering menggunakan lensa manual dalam mengambil foto terutama ketika mengambil gambar landscape?
karena lensa manual dari kamera analog menurut pendapat pribadi saya menghasilkan foto yang lebih tajam dengan coating warna yang sangat khas. Selain itu fotografi jenis landscape sangat baik jika menggunakan mode manual focus, karena kita bisa memilih sendiri objek benda yang menjadi fokus dari foto kita. Terlebih alasan lain menggunakan manual focus dapat membantu menenagkan jiwa pada saat memotret. Memotret dengan mode auto focus memang jauh lebih praktis, akan tetapi kepraktisan menghilankan sense dari memotret itu sendiri.
Kenapa tidak menggunakan lensa prime seperti dalam motret padahal lensa prime bisa diset manual focus dan auto focus?
Hasil dari lensa prime sangatlah memuaskan, selain itu lensa prime punya dua fitur auto focus dan manual focus. Tetapi harga lensa prime yang selangit membuat saya lebih memilih lensa manual atau lensa analog dengan harga yang jauh lebih murah. asala tidak dibandingkan dengan Leica Noctilux 50 mm f/0.95 saja.

Lensa Auto Focus.

Canon 18-55 mm IS APSC f/3.5 Rp. 2.015 K
Canon 10-22 mm IS APSC f/3.5 Rp. 6.600 K
Canon 17-55 mm IS APSC f/2.8 Rp. 9.750 K
Canon 20 mm FF f/2.8 Rp. 4.750 K
Canon 8-15 mm FF f/4 Rp.  11.750 K
Canon 16-35mm FF f/2.8 Rp. 14.500 K
Canon 17 mm FF f/4 Rp. 19.700 K
Canon 14 mm FF f/2.8 Rp. 20.150 K
Nikon AF 20 mm f/2.8 D Rp 5.900 K
Nikon AF DX 10.5 mm f/2.8 ED Rp. 7.700 K
Nikon AF 16 mm f/2.8 D Rp. 8.000 K
Nikon AF-s DX 10-24 mm f/3.5 Rp. 11.050 K
Nikon AF-S DX 12-24 mm f/4 IF ED Rp. 11.890 K
Nikon AF-S 16-35 mm f/4G ED VR Rp. 15.600 K

Lensa Manual.

Tokina RMC 17 mm f/3.5
Vivitar 17 mm f/3.5
Carls Zeis 24 mm f/1.8
Zuiko 12mm f/2
Zuiko 17 mm f/1.8
Nikkor O 2.1 cm f/4

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *