Ceratophyllum demersum – Tanaman Aquascape si Buntut Rakun

2 min read

Tanaman Aquatic Ceratophyllum demersum untuk aquascape

Dzargon – Si Buntut Rakun atau biasa dikenal dengan nama Ganggang di pasar hoby dan penjual ikan adalah tanaman yang paling popular di hobi merawat ikan hias. Diberi nama Buntut Rakun karena bentuknya penyerupai pola pada buntut rakun. Tanaman ini banyak manfaatkan bagi ikan hias termasuk bagi para peternak ikan hias pada profil budidaya.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan cepat dengan daun yang banyak. Fungsinya sangat baik dalam menyerak Amonia yang keluar bersama faces dan urine ikan. Hal yang membuat tanaman ini sangat populr di kalangan perawat ikan hias adalah daya tumbuhnya yang terbilang mudah dan cepat.

A. Ceratophyllum demersum

Ceratophyllum demersum adalah tanaman yang dikenal dengan ganggang atau Rakun tail adalah tanaman air yang berada pada level submerged (melayang di dalam air) dan masuk juga pada level free-floating aquatic plant atau tanaman air yang terapung di permukaan. Daun dari tanaman ini bertipe aqatif leaves yang membuatnya bisa dijadikan dekorasi pada aquascape.

Nama Ilmiah : Ceratophyllum demersum
Nama Pop : Ekor Rakun, Ganggang, Rigid Hornword, Tanaman Tanduk
Genus : Ceratophyllum
Family : Ceratophyllaceae
Tipe Tumbuh : Floating dan Tertancap di Tanah
Pertumbuhan : Cepat
Suhu Tumbuh : 1°C – 30°C
pH : 6 ~ 9
Tingkat Kesulitan Tanam : Sangat Mudah

Tanaman Air yang keren dan bagus Ceratophyllum demersum adalah tanaman air yang berbentuk panjang yang bisa tumbuh sampai 3 meter dengan bentuk daun menyerupai jarum

B. Deskripsi Tanaman

Ceratophyllum demersum adalah tanaman Aquatik yang bisa tumbuh sepanjang 1 sampai 3 meter dengan beberapa tunas yang timbuh seperti cabang pada tanaman. Cabang ini membuat tanaman ini terlihat rimbun. Daun bisa berbentuk panjang seperti jarum namun melengkung.

Daun Ceratophyllum demersum bisa tumbuh mulai dari 8 sampai 40 mm dengan bentuk berbuku-buku dan kaku. Daun tumbuh di sekeliling batang berbentuk melingkar dengan jumlah 6 sampai 12 daun perbaris. Daun ini sedikit rapuh dengan ujung yang meruncing.

Tanaman ini termasuk jenis monoesious atau tanamanyang jantan dan betina berada pada tanaman yang sama. Hal ini berarti bunga jantan dan bunga betina tumbuh bersamaan. Tidak heran jika tanaman ini masuk dalam kategori tanaman invasi.

Bunga dari tanaman ini berukuran kecil dengan panjang maksimal hanya sampai 2 mm. Kelopak bunga berwarna merah dengan jumlah 8 atau lebih. Bunga yang dibuahi akan tumbuh menjadi buah berbentuk kacang dengan ukuran 4 sampai 5 mm. Umumnya buah memiliki 3 spine dengan 2 basal dan 1 apikal.

Buah matang memiliki massa yang berat sehingga akan tenggelam ke dasar. Buah matang ini berubah jadi bibit dan akan steady selama musim dingin terutama musin dingin. Tanaman ini akan tumbuh pada musim semi yang hangat. Untuk daerah Tropis tanaman ini akan terus tumbuh dan jika tidak ada ikan herbivora yang mendiami daerah tersebut, tanaman ini akan menginvasi seluruh ekosistem.

C. Habitat Ceratophyllum demersum

Tanaman Ekor Rakun ini bisa tumbuh dengan subur pada tanaman dengan suhu berkisar 15°C sampai 30°C. Habitatnya adalah pusat air tawar (fresh water) seperti sungai, kolam daan danau. Besarnay tolernasi suhu dari tanaman ini membuat Ceratophyllum demersum bisa ditemukan mulai dari daerah kutub seperti eropa, rusia, kanada sampai di daerah tropis seperti Brazil dan Indonesia.

Budidaya dan Kegunaan

Spesies Ceratophyllum demersum bisa tumbuh mengapung di berbagi air tawar baik itu air dingin dan air hangat di daerah tropis. Tanaman ini tetap bis atumbuh tanpa akan baik itu tertanam di tanah (substrate) ataupun mengapung di permukaan air. Akar tumbuh pada tanaman yang tumbuh melayang.

Daunnya tumbuh halus dan lembut, berwarna hijau cerah dengan tekstur tebal sehingga bis adijadikan tempat perlindungan bagi ikan-ikan kecil. Tanaman ini bisa dikembangkan dengan dua cara yakni melalui bibit namun karena bibitnya tenggelam di sasar air, hal ini sangat jarang dilakukan.

Bunga dari tanaman Ceratophyllum demersum adalah tanaman air yang berbentuk panjang yang bisa tumbuh sampai 3 meter dengan bentuk daun menyerupai jarum

Cara budidaya yang paling umum dilakukan adalah dnegan cara stek. Batang tanaman di potong lalu di biarkan melayang di air. Tanaman ini bisa dibudodayakan baik dengan substrate maupun tanpa substrate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *