Cara Mengatasi Hama Biawak pada Kolam

Biawak adalah reptil dari golongan kadal besar dan sebagian besar hidupnya di sekitar aliran sungai dan rawa-rawa.
Hewan ini tergolong hewan pemakan daging (karnivora) yang memangsa berbagai jenis ikan, kepiting, katak, burung, serangga dan hewan mamalia kecil lainnya. Selain itu hewan ini sangat pandai memanjat dan kerap kali ditemukan memangsa telur dan bangkai.

Pada umumnya biawak terdiri dari dua kelompok suku varanidiae yaitu kelompok berbeda dari marga varanus yang terdiri dari 35 spesies diseluruh bumi, salah satunya dari marga Lanthanotus memiliki spesies tunggal yaitu L. borneensis  yang berasal dari Kalimantan. Namun dari kelompok biawak tubuh kecil dan tidak memiliki lubang telinga.
Berikut adalah klasifikasi ilmiah dari marga Varanus albigularis.

Klasifikasi ilmiah Biawak

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Sauropsida
Ordo : Squamata
Upaordo : Scleroglossa
Infraordo : Anguimorpha
Superfamili : Varanoidea
Famili : Varanidae
Genus : Varanus
Merrem, 1820.
Nama bional; Varanus albigularis

Pada umumnya jenis biawak (kadal besar) yang ditemukan di  wilayah Negara Republik Indonesia bagian barat adalah Biawak yang hidup di tepian sungai dan disekitar rawa.
Biawak jenis ini disebut biawak air dari jenis Varanus salvator.
Sedangkan dari jenis kadal besar ini di wilayah Indonesia bagian timur dikenal dengan Komodo, kadal besar jenis ini dari spesies Varanus komodoensis. Kadal besar jenis ini memiliki panjang 3 meter. Keistimewaan kadal besar ini hanya dapat hidup di pulau komodo yaitu masuk wilayah Negara Indonesia bagian timur.
Namun di daerah Indonesia timur ini masih dapat juga di jumpai jenis kadal besar dari spesies Varanus albigularis dan  Varanus salvator.
Biawak berkembang biak dengan cara bertelur.
Telur telur tersebut disembunyikan di pasir dan lumpur yang becampur dengan daun serta ranting pada tepian sungai.
Bantuan dari sinar matahari dan proses pelapukan ranting dan daun akan membantu menghangatkan telur hingga menetas.

      Keberadaan manusia membuat hewan ini menagalami penurunan populasi, sebab sejak ratusan tahun yang lalu hewan ini banyak diburu untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat-obatan dan kulitnya diperjual belikan.
Namun hewan jenis ini belum dikategorikan sebagai hewan di lindungi kecuali dari spesies Varanus komodoensis, karena hewan jenis ini hanya dapat hidup di habitat aslinya yaitu di pulau komodo nusa tenggara timur Indonesia.

        Biawak dianggab sebagai musuh maupun hama bagi petani terebih bagi petani yang membudidayakan Ikan di dalam sawah. Karena hewan ini akan memakan ikan budidaya dan merusak tanaman di sekitarnya memangsa.
Para petani akan memburu dengan cara dijerat dan dikail ataupun menyiksanya dengan cara memberi makan dengan campuran batu kerikil yang telah di lumuri  dengan terasi.
Karena cara ini memang sangat efektip mengatasi hewan tersebut. Namun dampak yang ditimbulkan adalah rusaknya  rantai makanan dan menimbulkan hama baru yang sulit di cegah.

      Jadilah petani yang bijak dan cerdas.
Mengolah dan menjaga alamnya dengan baik. Karena keseimbangan yang tercapai.
Maka kemakmuran akan lebih mudah diraih. Semoga bermanfaat dan sukses.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *