Aturan Resmi Dalam Kontes Adu Ikan Cupang dalam Perlombaan dan Pertandingan Resmi

1 min read

Dua Ikan Cupang HIas Beradu di Aquarium

Dzargon – Pertarungan Ikan Cupang memang sangat seru dan tidak kalah asik dengan tarung ayam jago atau yang dikenal dengan nama sabung ayam. Namun berbeda dengan sabung ayam Jago, ada beberapa peraturan yang sengaja diterapkan untuk menjaga kelangsungan pertarungan dan menghindari intrik curang dari kontestan yang tidak bertanggung jawab, sehingga pertarungan dapat berjalan dengan baik dan fair.

Pada perkembangan pertarungan ikan cupang, ada banyak peraturan yang sudah dibuat dan tergantung dari arena pertarungan ikan cupang yang bertarung. Sejauh ini paling tidak ada dua pertarungan yang paling mencolok, yakni Aturan Baku dan Aturan Kesepakatan yang masih belum baku.  

1. Aturan Baku Adu Cupang

Peraturan baku adalah peraturan yang sudah digunakan secara luasdi banyak arena dan meskipun tidak tercatat, namun aturan bau sudah menjadi kaedah standar dalam setiap pertarungan Ikan Cupang.

  • Toples atau akuarium disediakan oleh penyelenggara perlombaan tarung cupang
  • Toples pertarungan harus kosong sebelum ada kesepakatan untuk menuangkan air dari kedua peserta
  • Pengisian air harus disaksikan oleh ke dua belah pihak
  • Saat pertarungan berlangsung tidak boleh ada yang menyentuh toples atau akuarium yang menjadi arena pertarungan.
ikan cupang saling beradu meskipun beda warna cupang bukan petarung

2. Aturan Kesepakatan

Selain dari aturan Baku, ada aturan kesepakatan yang sengaja dibuat untuk membuat pertandingan dan adu ikan cupang berjalan lebih kondusif dan jelas.

Aturan ini digunakan untuk menghindari kisruh jika kedua ekor cupang tidak saling mengalah dalam waktu cukup lama. Adapaun aturan tersebut seperti 

  • Time Base Fighting – Lama ikan cupang bertarung dibatasi waktu misalnya paling lama 2 jam dan paling cepat 1 jam, jika tidak ada cupang yang kalah maka pertarungan dianggap seri
  • Ultimate Fighting – Lama bertarung tidak di batasi, pemenang ditentukan jika salah satu cupang sudah tidak melawan atau kalah.
  • Death Match – Pertarungan yang tidak dibatasi oleh waktu, dan menang atau kalah, tetapi jika salah satu cupang yang ada mati, jika waktu yang telah ditentukan lebih awal sudah terpenuhi namun belum ada yang mati maka, ikan algojo diturunkan sebagai ikan ketiga untuk menghabisi salah satu dari dua cupang yang sedang beradu. Ikan algojo disediakan oleh penyelenggara.

Mencari Lawan Tarung

Setelah seluruh aturan pertarungan disetujui kedua pihak maka selanjutnya adalah proses lawan atau “nanding”. Pada saat “nanding” tersebut, kedua pihak menawarkan cupang andalannya untuk diadu. Kalau salah satu pihak merasa tidak membawa cupang yang ukuran tubuhnya sama, maka peserta  berhak menolak memberikan topless cupangnya untuk dibawa ke arena.

Kriteria “nanding” diukur dari kondisi fisik cupang, antara lain panjang tubuh yang dilihat dari ujung bibir sampai pangkal ekor, ketebalan tubuh, dan ukuran kepala. Kalau semua kondisi fisik tersebut dianggap seimbang maka kedua cupang tersebut dapat disebut “ngetrek” (seimbang).

Mungkin saja seekor cupang kalah ukuran pada salah satu kriteria. Kondisi ini disebut “kalah seusap” atau 8/10. Seandainya cupang yang kalah seusap tersebut masih dianggap seimbang oleh pemiliknya maka pertandingan tetap masih bisa dilanjutkan. Tentu saja dengan syarat peserta berani bertarung dengan anggapan bahwa umur cupangnya diperkirakan lebih tua atau nomor serinya dianggap lebih baik.

Bisa saja seekor cupang kalah pada dua ukuran. Kondisi ini disebut “pasang tanding’ atau 7/10 dan sudah tidak seimbang. Namun, ada juga pemilik cupang yang kalah dua ukuran, tetapi tetap nekat mempertarungkan cupangnya tersebut. Ini dapat terjadi kalau cupangnya impor atau nomor serinya bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *