Terkuat Bukti-Bukti Bahwa Christoper Columbus Bukanlah Penemu Benua Amerika

Ditemukan Bukti-Bukti Bahwa Christoper Columbus Bukanlah Penemu Benua Amerika

Dzargon – Siapakah penemu Benua Amerika? Ini mungkin pertanyaan yang paling sering di ajukan oleh guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah untuk mata pelajaran Geografi atau Sejarah Amerika. Seperti sudah menjadi templete jawaban, jika jawaban yang akan diberikan para siswa dengan teriakan, Christoper Columbus, mungkin ada satu dua orang siswa yang memberikan jawaban yang berbeda yakni Amerigo Vespucci, namun paling tidak di buku-buku cetak tertulis bahwa Columbus-lah si pelaut ulung yang salah menduga Amerika adalah Asia Selatan dan menamakan Penduduk Asli Amerika dengan Nama India, lalu dengan kejam orang-orang Eropa datang menguasai Tanah mereka dengan peperangan bahkan pemusnahan penduduk Asli Amerika.
Paling tidak, di banyak buku dituliskan dengan jelas jika penemu Benua Amerika adalah Columbus yang mendaratkan kaki di Benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492, namun Status Columbus di Benua Amerika saat ini sedang diperdebatkan. Beberapa penemuan Artefak menunjukkan bahwa paling tidak ada beberapa bangsa yang pernah datang ke Amerika jauh sebelum Colombus mengklaim benua “salah temunya” tersebut.

1. Rising Whale – Rumah Berusia 1000 Tahun di Alaska

Baru-baru ini sebuah rumah dan sejumlah Artefak ditemukan di Alaska yang diperkirakan telah berusia 1000 tahun. Temuan ini tentu saja menjadi barang bukti jika telah terjadi kerja sama dagang antara orang-orang dari Asia Timur dan Amerika, wilayah yang diklaim sebagai New World oleh orang-orang Eropa.
Penemuan itu dikemudian dijadikan sebagai sebuah Situs Sejarah “Rising Whale” yakni daerah dekat dengan Cape Espenberg
“Dari jauh, situs itu terlihat seperti paus yang muncul ke permukaan,” kata Owen Mason, peneliti dari University of Colorado, yang ikut dalam ekskavasi di situs tersebut, seperti dikutip dari situs sains LiveScience.
Temuan tersebut menjadi bukti pendukung tambahan dengan penemuan-penemuan sejumlah Artefak di Amerika selama kurang dari 1 abad ini, dan tim forensik memastikan bahwa artefak-artefak tersebut sudah berada jauh sebelum Colombus tiba di Laut Karibia pada tahun 1942.
“Kami melihat adanya bukti interaksi, secara langsung dengan ‘peradaban tinggi’ seperti China, Korea, atau Yakutia — sebuah wilayah di Rusia,” kata Mason.
Temuan di Rising Whale berupa 2 Artefak Perunggu yang salah satunya berbentuk Gasper dengan potongan kulit telah diuji dengan uji Carbon, dan hasil pengujian menunjukkan usianya sudah lebih dar 1000 tahun atau dibuat sekitar 600 Masehi. Artefak ini di duga dibuat oleh orang-orang di daerah China, Yakutia, atau Korea lali dijual melalui jalur perdagangan ke Alaska.
Di dalam rumah tersebut juga ditemukan beberapa Batu Obisidan yang merupakan batu hasil letusan gunung Berapi yang melalui pelacakan Jejak Kimia dapat dipastikan bahwa batu tersebut berasal dari Sungai Anadyr, di Rusia. Situs Rising Whale juga mengindikasikan rute perdagangan Alaska dan Asia Timur melalui Selat Bering jauh sebelum Kaket Buyut Columbus dilahirkan.

2. Gading Unicorn

Sebelum penemuan Rising Whale, sebenarnya keraguan bahwa Colombus menemukan Benua Amerika sudah ada sejak tahun 1913. Seorang Antropolog, Berthold Laufer menganalisis Artefak dan Tesk dari Jurnal T’oung Pao dan menemukan hasil bahwa orang-orang China zaman dahulu sangat suka dengan Gading Narwhal dan Walrus. Gading-gading tersebut banyak ditemukan di situs sejarah dalam reruntuhan rumah-rumah di Sebelah Timur Laut Tiongkok.

Narwhal adalah Monodon monceros merupakan paus yang hanya ditemukan di daerah Artik, Kutub Utara. Paus ini memiliki sebuah tanduk panjang di ujung kepala dan membuatnya digelar sebagai “the sea unicorn“. Hampir sama dengan Narwhal, Warlus atau Odobenus rosmarus juga sama-sama endemik samudra Artik dan Sub Artik di sebelah utara Bumi.

Terkuat Bukti-Bukti Bahwa Christoper Columbus Bukanlah Penemu Benua Amerika

Bukti ini menunjukkan hubungan yang sangat erat antara pada pedagang China yang membawa pulang Gading dari Utara dan bertukar dengan banyak pelat logam serta piring tembikar kepada orang-orang Alaska.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *