Setelah 2 Tahun Berpisah, Begini Cerita Tsania Marwa Bertemu dengan Anak-anaknya

1 min read

Tsania Marwa

Dzargon – Sampai saat ini, siding hak asuh anak antara Tsania Marwa dan sang mantan suami, Atalarik Syach masih terus bergulir. Kini siding tersebut telah memasuki tahap agenda pembuktian yang digelar di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat.

Kendati demikian, setelah siding selesai digelar akhirnya Tasnia Marwa dapat bertemu langsung dengan anak-anaknya. Tsania mendatangi kediaman Atalarik di kawasan Cibinong, Jawa Barat didampingi langsung oleh majelis hakim.

Setelah pertemuan dengan sang anak selesai, Tsania mengungkapkan bahwa kedua buah hatinya yang bernama Syarif Muhammad Fajri dan Aisyah Shabira diketahui menyambut kedatangan sang ibu dengan hangat.

“Walau dua tahun enggak ketemu, tapi tadi di dalam masih hangat. Terus juga sempat main bareng. Shabira juga tangannya minta dikutekin sama aku,” ungkap Tsania Marwa saat ditemui di kawasan Cibinong, Jawa Barat, pada hari Rabu (24/7/2019) kemarin.

“Jadi alhamdulillah, hakim bisa lihat bahwa dia itu seperti tidak pernah terpisah. Tetap kasih sayang anak dan ibu,” lanjut Tsania Marwa lagi.

Pesinetron berusia 28 tahun ini juga mengaku sangat senang lantaran mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan kedua buah hatinya dan juga dapat memeluknya dengan pelukan yang hangat. Berdasarkan pengakuan dari Tsania Marwa, kedua buah hatinya diketahui sangat senang lantaran bisa bertemu langsung dengan sang ibu.

“Terus saya tanya, ‘Senang enggak?’ Pada bilang senang. Shabira tanya, ‘Ini yang lahirin aku siapa?’ Jadi ya emang alhamdulillah, itu kekuatan dari doa, sekalinya ketemu hangat,” ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa tak hanya pihak dari pengadilan saja yang mengunjungi rumah Atalarik. Akan tetapi, ibunda Atalarik juga berada di rumah tersebut. Tak hanya itu, pertemuan antara Tsania Marwa dan anak-anaknya dilakukan secara tertutup. Apalagi Tsania Marwa mengaku bahwa dirinya sama sekali tak pernah ada masalah dengan ibunda Atalarik.

“Kan saya emang dari awal enggak ada masalah. Datang, cium tangan, baik yah, gitulah,” tutur Tsania Marwa.

Oleh karena itu, setelah pertemua tersebut siding hak asuh anak kembali akan digelar pada tanggal 7 Agustus mendatang. Pada sidang selanjutnya diketahui beragendakan kesimpulan atas permasalahan tersebut.

Sejarah Berdiri dan Tujuan Muhammadiyah

Muhammadiyah menjadi salah satu Organisasi Modern yang dibangun pada masa pembentukan gerakan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 masih berdiri...
Arwini Puspita
1 min read

Teori Neurosains dalam Pendidikan dan Pembelajaran

1. Sejarah Perkembangan Neurosains Neurology dimulai ketika Cajal, ilmuwan Spanyol ( pemenang Nobel 1906/ menemukan 4 doktrin Neuron sbb: Sel saraf, sebagai unit sinyal...
Arwini Puspita
12 min read

Laporan Praktikum Menentukan Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter

1. Judul Percobaan   Menemukan  Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter 2. Tujuan Percobaan Menganalisis keberlakuan asas black pada proses pertukaran kalor menentukan kalor jenis logam...
Arwini Puspita
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *