Serangan Virus Calici Pada Kucing

2 min read

Kucing Liar terserang Virus Calici

Dzargon – Serangan virus Calici pada kucing peliharaan memang sangat mengganggu. Selain itu, jika dekat dengan manusia., Virus ini punya potensi menular. Yuk kita bahas tentang Virus Calici pada Kucing.

Apa Virus Calici

Virus Calici punya nama ilmiah Feline calica atau FCV merupakan spesies dari famili Caliciviridae. Virus banyak ditemukan menyenrang kucing terutama kucing liar. Virus ini menyerang saluran pencernaan kucing dan dapat menular. Selain kucing, Cheetah juga adalah spesies dari kucing yang dapat diserang FCV,

Sebutan umum virus calici dalam dunia kesehatan hewan sebagai Feline Calinivirus dapat menular ke hewan sehat melalui indera penglihatan mata, penciuman berasal dari hidung dan mulut kucing.

Ukuran partikel virus yang sedemikian kecil tersebut ketika bersarang di tempat tertentu memiliki masa inkubasi sekitar 2 – 4 hari.

Metode perkembangbiakan virus calici yang bersarang pada kucing terinfeksi adalah memperbanyak dan bertumbuh sebagai replikasi dari virus awal.

Organ yang menjadi tempat perkembangbiakan virus tersebut bisa pada saluran pernapasan hewan, lidah hingga paru-paru.

Gejalan dan Tanda-Tanda Terinfeksi

Feline calica adalah virus yang menyerang saluran pencernaan hewan vertebrata terutama kucing. Virus ini juga ditemukan menyerang hewan lain seperti reptil, Kelinci, Burung dan Chetah. Setiap hewan punya dampak berbeda antara satu hewan dan hewan yang lainnya.

Gejala virus calici pada kucing memiliki faktor pengaruh yang tidak selalu sama tergantung keganasan virus tersebut.

Beberapa gejala yang sering terlihat pada kucing dengan ciri penyerta seperti pilek, bersin, saluran pernapasan tersumbat, demam, tidak bisa mengontrol air liur, sariawan, dan keluarnya cairan berlebihan pada mata dan hidung.

Jika tingkat keganasan FCV tergolong parah, biasanya muncul bisul dan peradangan pada bagian lidah atau lapisan mulut mereka.

Waktu perjalanan infeksi virus calici pada kucing hingga menimbulkan gejala tersebut jika berlangsung 5-10 hari masih termasuk ringan. Biasanya gejala yang tidak segera di obati hingga 6 minggu menyebabkan masalah yang lebih serius.

Apakah virus calici bisa menular kepada manusia?

Secara umum Calicivirus sangat mudah menular pada hewan seperti kucing. Ketika kucing yang sakit mengeluarkan air liur mengandung virus dapat menginfeksi hewan yang sehat. Cairan berasal dari air liur, partikel akibat bersin hingga cairan berasal dari hidung atau mata.

Virus yang menempel pada permukaan terkontaminasi mampu bertahan sekitar 1 minggu dan kemungkinan akan lebih lama lagi di suhu lembab atau sejuk.

Kucing yang terpapar virus FCV akan masuk masa inkubasi antara 2-6 hari hingga memperlihatkan gejala klinis antara 14-21 hari.

Sedangkan kucing yang sembuh dari penyakit ini, setengah dari mereka dimungkinkan membawa status “pembawa” sekitar 1 bulan dari kesembuhan mereka.

Upaya mencegah paparan virus dari hewan yang sakit. Langkah menjaga kebersihan sangat penting dilakukan pemilik peliharaan. Misalnya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggal dengan mensterilkan tempat makan kucing hingga media yang digunakan oleh mereka.

Cara membersihkan benda seperti tempat makan, tempat minum, mainan kucing dan yang lain menggunakan larutan pemutih bercampur air selama 10-15 menit. Lalu bilas dengan air mengalir dan di keringkan.

Pengaruh virus calici yang dialami kucing terhadap manusia tidak menimbulkan resiko pada manusia.

Hal terpenting yang diperlukan cat lovers dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka adalah memberi mereka vaksin inti sebagai imunisasi, termasuk virus calici.

Gangguan kesehatan FCV biasanya lebih sering dialami oleh anak kucing dan pada beberapa ras kucing dewasa dalam skala kecil.

Peluang kesembuhan kucing yang terinfeksi FCV dimungkinkan cepat pulih selama pemilik hewan cepat mengantisipasi membawa peliharaan ke dokter hewan.

Ketika mereka memberi sinyal gejala awal seperti yang disebutkan di atas, umumnya cepat sembuh dengan pengobatan suportif.

Di samping itu pemberian vaksin inti untuk kucing perlu diberikan mencegah menyebarkan pada hewan sehat lain. Jenis vaksinasi tersebut diantaranya:

  1. Feline calicivirus (FCV)
  2. Feline panleukopenia virus (FPV)
  3. Feline herpes virus (FHV-1)
  4. Rabies virus (RV)

Untuk mendapatkan waktu yang tepat. Konsultasikan dengan dokter hewan terdekat Anda. Biasanya vaksinasi mulai diberikan sejak anak kucing berumur 6-9 minggu atau menurut saran dokter.

Cara merawat kucing sakit Virus Calici

Ketika kucing terpapar virus calici dan menunjukkan gejala klinis. Kemungkinan mereka mengalami kesulitan lain untuk mengonsumsi makanan.

Selain memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit tubuh, biasanya selera makan mereka menurun atau hilang selama sakit.

Penyebab nafsu makan mereka hilang adalah sakit yang timbul dari mulut mereka. Selain itu kemungkinan indera hidung yang tersumbat cairan membuat mereka kehilangan indera penciuman.

Cara merawat kucing yang sakit karena FCV adalah mencampurkan makanan untuk mereka agar lebih berselera. Bisa dengan menambahkan aroma yang lebih kuat atau menghangatkan makanan.

Jika kucing tidak makan lebih dari 3 hari. Cara memberi makan harus melalui selang yang dilakukan dokter hewan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang Virus Calici pada kucing, konsultasikan dengan dokter hewan Anda.

Terima kasih kk sudah membaca tulisan sederhana ini. Jika artikel dunia hewan bermanfaat, jangan lupa juga dibagikan ke teman yang membutuhkan informasi ini. Indahnya berbagi….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.