Rahasia dan Cara Budidaya dan Mengawinkan Ikan Cupang

3 min read

Ikan Cupang Red dragon sangar dan cantik

Dzargon – Ikan cupang adalah ikan yang bandel dan relatif tahan banting. Hal ini membuat ikan cupang banyak dipelihara oleh hobiis ikan cupang hahkan untuk kategori anak-anak sekalipun. Salah keunggulannya karena adanya labirin di atas kepala ikan cupang yang membuat ikan ini akan dengan mudah mengambil nafas langsung di udara sehingga kita tidak membutuhkan Airator.

Meskipun Ikan cupang masuk dalam kategori ikan uang mudah dirawat, bukan berarti kita bisa dengan serampangan dalam merawat ikan ini. Ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan terutama pada saat anda ingin melakukan budidaya ikan cupang.

Adapun aspek yang harus diperhatikan dalam Membudidayakan Ikan Cupang sebagai berikut

1. Kualitas indukan

BUha tidka jatuh jauh dari pohonnya, demikin juga dengan ikan cupang. Kualitas ikan cupang tentu saja ditentukan oleh Indukannya. Dalam proses memilih indukan cupang, biasanya para breder pemula hanya mengutamakan warna dari kan cupang. Padahal warna bukanlah satu-satunya indikator indukan yang baik untuk ikan cupang.

Ada banyak aspek yang mempengaruhi keturunan dari ikan cupang yang dibeli. Misalnya saja, JIka kamu ingin mengawinkan gaur murni dari iakn cupang, kamu harus memastikan jika ikan tersebut berasal dari indukan dengan galur yang pas.

Milsanya jaka kalau kamu membeli indukan yang dari Fenorife ke 4 atau F4, itu berarti gen yang ada pada ikan cupang sudah bercampur dengan 16 jenis gen ikan cupang lain jika kita tidak memastikan gen tersebut. Jadi jangan heran jika kamu mengawinkan ikan cupang dengan kondisi anakan yang berbeda dengan karaktristik induknya. Bisa jadi sifat yang muncul pada anaknya justru sifat resesif dari indukannya.

Tidak ada sih cara untuk memastikan indukan tersebut masih turunan dari dua gen yang sama. Namun pada umumnya berkunjung ke peternak Ikan Cupang bersertifikat atau sudah memiliki popularitas bisa jadi solusi yang baik. Hanya saja di Indonesia sepertinya belum ada lembaga resmi yang memberikan sertifikasi pada jenis ikan cupang.

Kondisi fisik juga sebenarnya menentukan tapi bukan dari penampilan fisik, melainkan dari sisi sempurnanya bentuk dan anatomi ikan cupang. Ikan Cupang yang siap dikawinkan terlihat sehat dan lincah.

Bentuk Ikan Cupang Betina yang siap kawin
Ikan Cupang Betina Siap Kawin

2. Kualitas air

Air memiliki peranan penting bagi ikan. Sebab air adalah media tempat ikan hidup dan berkembang biak. Tanpa air ikan akan mengalami kematian. Maka kualitas air juga memiliki peranan penting dalam pembesaran cupang. Secara umum ikan cupang berasal dari daerah asia tenggara terutama daerah rawa-rawa. Cupang yang kita kenal saat ini merupakan hasil perkawinan yang sangat panjang. Cupang hidup pada perairan tropis yang hangat dan kaya akan mineral alami pada habitat aslinya.

Agar seekor cupang dapat hidup dan berkembang secara optimal harus memenuhi beberapa syarat. Syarat umum seperti Ph, salinitas, ataupun kandungan oksigen dalam air sangat penting dan harus diperhatikan. PH (pondus hidrogenity) dalam air yang mendukung bagi ikan cupang adalah skala 7 dari indeks 14 yang berarti skala normal. Semakin tinggi angka Ph air dikatakan sebagai air basa yang dikandung dalam sabun. Sedangkan Ph rendah dikatakan sebagai air asam seperti yang dikandung dalam air asam/sitrat. Untuk mencapai angka Ph 7 dapat menggunakan daun ketapang kering yang direndam dalam air. Hal inilah yang sering menjadi mitos dan salah kaprah dikalangn hobiis. Daun ketapang dianggap sebagai daun sakti yang dapat mengobati atau membuat ikan cupang semakin galak. Padahal daun ketapang adalah media penetral Ph air agar mencapai ukuran ideal bagi siklus hidup ikan cupang.

Salinitas atau kandungan garam dalam air perlu diperhatikan. Untuk mencapai kandungan garam ideal hendaknya ditambahkan satu senduk garam Kristal ke dalam aquarium soliter. Kandungan oksigen menentukan kualitas hidup ikan. Untuk air yang berasal dari PAM hendaknya dilakukan aerasi agar kandungan nitrat dan klorinnya dapat hilang bersama oksigen yang dihembuskan melalui aerator. Jika tidak dilakukan aerasi dikhawatirkan akan menjadi racun yang dapat membunuh ikan cupang kesayangan kita.

3. Pemberian pakan

Pakan yang tepat menentukan pertumbuhan ikan kita. Oleh karena itu kita harus memberikan makanan yang memiliki kandungn gizi yang tepat dan sesuai. Tidak harus banyak tetapi harus sesuai dengan fase pertumbuhan dan kebutuhan ikan kita. Ada beberapa pakan alami yang dapat kita berikan kepada ikan kita. Kita dapat menemukan makanan alami seperti cuk/jentik nyamuk, kutu air, cacing sutera, cacing darah, semut dan serangga kecil lainnya, ikan cere kecil, ataupun kecebong.

Semua pakan tersebut dapat kita berikan kepada kelangenan kita. Namun kita harus memperhatikan kebutuhan ikan kita. Bagi ikan yang akan memijah pakan yang paling penting adalah cuk. Cuk memiliki kandungan gizi yang amat tinggi dan baik bagi indukan maupun anakan cupang. Bagi indukan betina diberikan cuk yang banyak. Pematangan sel telur dapat dipercepat apabila betina mengkonsumsi protein yang banyak dikandung dalam cuk. Dala waktu satu bulan setengah indukan betina yang secara intensif diberi pakan cuk akan mengalami pematangan sel telur secara sempurna. Ditandai dengan perut yang membesar serta bintik kecil di bawah sirip dasi agak membesar. Pemberian pakan yang tepat secara tidak langsung mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan perkawinan ikan cupang.

4. Waktu pemijahan

Selayaknya makhluk hidup ikan cupang juga mempunyai waktu tertentu untuk melakukan perkawinan. Waktu yang paling tepat adalah di waktu musim kemarau. Pada musim kemarau biasanya ikan cupang akan mengalami perubahan sikap menjadi genit dan suka membuat sarang busa (bublenest). Di alam bebas ikan cupang memang biasa memijah pada musim kemarau. Sebab pada musim kemarau pakan alami untuk burayak sangat berlimpah dan pada musim hujan pakan alami tersebut terbawa arus air.

Kasus yang sering terjadi adalah para hobiis mengawinkan secara asal tanpa memperhatikan waktu yang tepat. Jika waktunya tidak tepat maka ikan tidak akan mencapai birahinya dan perkawinan ikan tersebut seringkali mengalami kegagalan. Pada musim hujan biasanya ikan lebih banyak berdiam diri sehingga ketika dikawinkan ikan akan menjadi pasif.

Akhir Kata

4 Aspek tersebut adalah hal yang menjadi catcatan penulis pada saat merawta dan memelihara ikan cupang di rumah. Meskipun masih dalam kategori pemula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *