Pegunungan Mamasa – Daerah Potensial sebagai Wilayah Penghasil Kopi Di Sulawesi Barat

55 sec read

Kopi Mamasa Memiliki Potensi Lahan Sentra Produksi Kopi Di Sulawesi Barat

Dzargon – Sulawesi Barat merupakan salah satu daerah di Pulau Sulawesi yang memiliki potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi kebun kopi Rakyat di Indonesia, bahkan potensi penghasilan biji kopi dari Mamasa bisa menjadi komoditas unggulan setelah Kakao yang saat ini menjadi primadona perkebunan di Mamasa. 
Gagasan ini bukan semata isapan Jempol, adanya banyak data pendukung dan catatan perkebunan Mamasa menunjukkan bahwa Kopi “Arabika Mamasa” sudah pernah menembus Eropa meskipun tidak dalam jumlah besar. 
cheri biji kopi siap panen berwarna merah di mamasa Kopi Sulawesi Barat

Potensi Lahan Kebun Kopi Mamasa. 

Saat ini , data dari dinas terkait menunjukkan bahwa pengembangan lahan kopi sudah mencapai 23.419 hektar are dan yang paling luas berada di kabupaten Mamasa yang sudah mencapai 19.117 HA. Sedangkan untuk pengelolaan, badan pusat statistik merilis data sekitar 35.460 KK yang terlibat dalam pengelolaan Kopi. 
Dari jenis tanaman dan spesies sendiri, di Mamasa sudah mencapai 11.983 hektar are lahan untuk tanaman jenis Kopi arabica dan 7.134 Ha untuk lahan jenis kopi robusta. Dari lahan ini sudah mencapai 0,39 Ton/ha sedangkan untuk kopi robusta 0,40 ton/ha. Angka produksi ini tentu saja masih bisa ditingkatkan lagi mengingat masih ada banyak lahan siap alih fungsi untuk calon tempat tanam kopi yang baru.
Pengembangan lahan tentu saja sudah didukung dengan ketersediaan sumber daya alam, cuaca dan iklim. Sedangkan ketinggian daerah tanam berada pada kisaran 800 sampai dengan 1400 meter di atas permukaan laut. Pada tahun 2005 lalu sendiri penanam kembali pohon Arabika 2 Juta buah pohon kopi jenis Arabika d daerah Mamasa telah dilakukan. Penanaman ini tentu saja merupakan program nasional yang telah melalui evaluasi dan melihat potensi pengembangan produksi Kopi di Indonesia.

Sejarah Berdiri dan Tujuan Muhammadiyah

Muhammadiyah menjadi salah satu Organisasi Modern yang dibangun pada masa pembentukan gerakan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 masih berdiri...
Arwini Puspita
1 min read

Teori Neurosains dalam Pendidikan dan Pembelajaran

1. Sejarah Perkembangan Neurosains Neurology dimulai ketika Cajal, ilmuwan Spanyol ( pemenang Nobel 1906/ menemukan 4 doktrin Neuron sbb: Sel saraf, sebagai unit sinyal...
Arwini Puspita
12 min read

Laporan Praktikum Menentukan Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter

1. Judul Percobaan   Menemukan  Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter 2. Tujuan Percobaan Menganalisis keberlakuan asas black pada proses pertukaran kalor menentukan kalor jenis logam...
Arwini Puspita
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *