Fenomena wisata seks legal di dunia menunjukkan bagaimana setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola hiburan dewasa. Regulasi yang diterapkan umumnya bertujuan menjaga keamanan, kesehatan, dan ketertiban sosial.
Daftar Isi
Negara Wisata Seks Legal
Wisata seks merujuk pada aktivitas perjalanan ke suatu wilayah dengan tujuan utama mengakses layanan seksual. Di beberapa negara, praktik prostitusi dilegalkan atau didekriminalisasi dengan regulasi ketat demi alasan kesehatan publik, perlindungan pekerja seks, dan pengendalian kriminalitas.
Belanda


- Prostitusi legal dan diatur negara
- Kawasan terkenal: De Wallen (Red Light District)
- Pekerja seks wajib terdaftar dan rutin tes kesehatan
- Tujuan utama: pengendalian penyakit menular seksual dan perdagangan manusia
Jerman


- Prostitusi legal sejak 2002
- Bordil berizin dan dikenakan pajak
- Pemerintah menyediakan jaminan sosial bagi pekerja seks
- Banyak wisatawan datang karena keterbukaan regulasi
Swiss


- Prostitusi legal dan dikontrol pemerintah lokal
- Konsep sex box (zona khusus transaksi seksual)
- Pendekatan berbasis keamanan dan kesehatan publik
Thailand

- Secara hukum ilegal, namun ditoleransi
- Kawasan terkenal: Patpong (Bangkok), Pattaya
- Faktor pendorong: pariwisata dan ekonomi informal
- Regulasi sering bersifat abu-abu
Jepang


- Hubungan seksual berbayar dilarang
- Namun berbagai layanan seksual non-penetratif legal
- Distrik terkenal: Kabukicho (Tokyo)
- Sistem hukum sangat spesifik dan tersegmentasi
Selandia Baru


Dianggap sebagai model kebijakan progresif
Prostitusi didekriminalisasi sejak 2003
Fokus pada hak asasi manusia dan keselamatan pekerja

