Cara Mengawinkan Ikan Cupang – Tips Breeder dan Faktor Keberhasilan

4 min read

Ikan Cupang Merah sedang kawin

Dzargon – Ikan cupang adalah ikan hias yang perkembang biakkan terbilang cukup mudah. Mengapa demikian? Karena sejatinya setiap kali ikan cupang bertelur, induk betina bisa mengeluarkan lebih dari 200 butir telur, sedangkan pejantan cupang bisa menjaga dan merawta anak ikan cupang hingga seratus ekor.

Perlu diketahui, bahwa Induk Jantan ikan cupanglah yang memiliki tugas merawat anak ikan cupang yang baru menetas, anak ikan cupang ini disebut sebagau burayak cupang.

Namun meskipun tergolong ikan yang mudah dikembangkan kesalahan penanganan dan perawatan membuat ikan ini sulit berkembang biak kalaupun bisa, hasilnya tidak akan maksimal. Nah untuk itu, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan jumalh anak menetas saat mengawinkan ikan cupang.

Adapun tipsnya adalah :

  1. Usia indukan lebih dari 6 minggu
  2. Bentuk tubuh indukan sehat
  3. Ukuran bak pemijahan minimla 15 cm x 10 cm x 10 cm
  4. Tambahkan tanam air kecil
  5. Suhu air 22oC sampai 27oC
  6. pH air 6,5 sampai 8, diutamakan 7.
  7. Ketinggian air antara 5 cm sampai 7 cm.
  8. Pakan Terjamin : Jentik nyamuk kecil dan kutu air

1. Usia Indukan

Ikan cupang secara alamiah bisa berkembang biak di alam pada usia 4 minggu, meskipun terbilang masih muda namun usia ini memang sudah menunjukkan tanda-tanda ikan cupang bisa berkembang biak. Hanya saja sebagai peternak ikan cupang, mengawinkan ikan cupang pada usia 4 minggu adalah pekerjaan yang tidak efektif. Pasalnya kondisi emosi ikan cupang yang masih tidak stabil dan jumlah telur yang dihasilkan terbilang kecil.

Jadi pilihlan ikan cupang dengan usia 4 minggu atau lebih untuk dikawinkan, namun pada umumnya ikan cupangbisa menghasilkan telur yang maksimal saat dikawinkan pada usia 6 minggu sampai 4 bulan. setelah ikan cupang akan mengalami degradasi fisik yang membuat ikan cupang kurang efektif lagi merawat anakannya.

2. Utamakan Berfisik Sehat

Memang tujuan kita mengembang biakkan ikan cupang untuk mendapatkan ikan cupang yang memiliki warna yang unik dan bentuk yang indah, sehingga faktor utama dalam memilih indukan selalu dari aspek warna yang cemerlang dan banyak varian warnanya.

Memang cara tersebut tidak salah, namun tidak tepat juga.

Sebagaimana yang telah diajarkan di pelajarna Biologi, untuk menghasilkan keturunan yang sehat, indukan yang dipilih haruslah berusia matang dan yang ke dua memiliki bentuk fisika yang sehat bukan indah.

Jadi kriteria ke dua yang harus dipenuhi dalah ikan cupang yang memiliki ciri-ciri fisik sehat, tidak ada jamur ditubuhnya, tidak memiliki gigi yang rontok bekas pertarungan atau habis diadu, ukuran tubuh yang proporsional dengan usia ikan cupang dan jenisnya.

Tipsnya : Semua ikan cupang baik yang dijual diinggir jalan dan yang di pasar hobiis bisa dikembang biakkan, jangan percaya mitos ikan cupang disterilisasi sehingga sulit berkembang. Logikanya kalau induk ikan cupang masih dijual diharga 10 ribuan, kira-kira pedagangnya tidak rugi kalau ikannya sudan disterilisasi yang juga makan biaya.

3. Bak Pemijahan dan Perkawinan

Ikan cupang yang akan kawin sebaiknya dipisahkan ke bak perkawinan dan sekaligus akan menjadi bak pemijahan jika burayak ikan cupang sudah tumbuh. Bak Pemijahan juga menjadi faktor sukses tidaknya ikan cupang bisa dikembangkan dalam jumlah besar atau tidak.

Ukuran bak pemijahan sebaiknya tidak terlalu besar karena ikan cupang adalah ikan soliter, sehingga semakin kecil wilayah kekuasaanya semakin efektif ikan tersebut mengawasi wilayah sendiri. Ukuran standar yang digunakan sebaiknay 20 cm x 20 cm dengan ketinggian 10 cm, atau jika tidak bisa, ukuran 15 cm x 10 cm dengan tinggi 10 cm juga sudah mumpuni.

Bak ini kelak diajadikan bak pemijahan saat burayak sudah lahir. Hal yang perlu dicatat bagi para breeder pemula, begitu segera setelah ikan cupang selesai kawin, ikan betina akan menjauhi ikan Jantan karena ikan jantan akan berubah menjadi galak. Pisahkan segera ikan betina ini karena akan mengganggu proses membesarkan ikan cupang, sekalipun mereka terlihat tidak bertarung.

4. Lingkungan yang Baik

Pada saat ikan cupang jantan siap untuk kawin, dia akan mengeluarkan busa/buih yang terbuat dari liurnya. Buih ini agak kuat sehingga sulit untuk meletus, namun bukan berarti tidak bisa meletus. Jika air dalam bak sering bergerak maka buih ini akan meletus, padahal fungsinya sebagai tempat pengeraman telur ikan cupang.

Untuk mengurangi gerakan air yang ada di dalam kolam, maka sebiknya tambahkan tanaman air kecil yang terapung di dalam bak. Tujuannya sebagai tempat melekat buih dan juga mengurangi riak kecil yang ada di dalam kolam jika saja tidak sengaja tersenggol.

Jika tanaman air sulit, tidak salahnya menggunakan tanaman air palsu datau tali rafia sebagai tanaman air buatan.

5. Kondisi Air

Faktor lain yang perlu pengkondisian adalah menjaga suhu air ikan. Ikan Cupang bisa berkembang biak dengan baik pada suhu 22oC sampai 27oC, oleh karena jangan sampai ikan cupang langsung terkenal terik matahari. Sebiaknya bak pemijahan dan perkawinan di simpan dalam ruangan tertutup untuk menjaga suhu air tetap sejuk.

Selain itu, breeder juga wajib menjaga kadar keasaman air ikan cupang tetap netral atau nilai pH sekita 6,5 sampai 8. Terlalu asam bisa membuat ikan cupang mati bukan hanya burayak, tapi juga induknya.

Untuk breeder yang tinggal di perkotaan, Air hujan diperkotaan pada umumnya mengandung asam atau hujan Asam. Sehingga tidak baik meletakkan ikan cupang di tempat terbuka terutama pada musim hujan.

6. Ketinggian Air

Ikan cupang adalah ikan yang memiliki labirin di daeran kepala tepat diatas mulutnya. Labirin ini sebagai alat bantu pernafasan ikan cupang karena insang dari ikan cupang tidak bisa bekerja maksimal.Ikan cupang sesekali akan terlihat naik ke permukaan untuk mendapatkan oksigen dari udara langsung.

Burayak ikan cupang yang baru lahir tidak memiliki alat gerak sempurna untuk mengambil oksigen dari udara, hal ini akan tampak jika burayak yang baru menetas lebih banyak diam di permukaan air. Jika burayak ini jatuh ke dasar, dia tidak akan punya kemampuan untuk berenang ke permukaan dan membuat ikan cupang akan mati.

Tugas utama dari induk janjan ikan cupang adalah mengambil burayak yang mulai tenggelam dengan mulutnya lalu diletakkan kembali ke permukaan air. Nah oleh karena itu ketinggian air sebaiknya tidak lebih dari 7 cm. Berdasarkan pengalaman, lebih banyak pada ketinggian 5 cm saja.

Ketinggian Air ikan cupang saat dikawinkan

7. Pakan

Mangan ra Mangan we penting ngumpul itu cuman sekedar bahasa kiasan yah, tidak berlaku dalam merawat dan membesarkan ikan cupang. Baik buarayak maupun ikan cupang, mereka harus tetap makan karena ngumpul saja tidak cukup.

Untuk infirmasi tentang pakan yang tepat untuk burayak cupang, silahkan baca di sini : Pemilihan Pakan Untuk Burayak Cupang.

FAQ

Bisakah saya mengawinkan induk ikan cupang Plakat dengan induk cupang jenis lain?

Bisa, selama kedua orang tua mereka sama-sama setuju, bercanda. Bisa selama mereka sama-sama dari jenis Bubble Nest dengan ukuran yang relatif sama.

Untuk lebih lanjut berikut ini : Jenis-Jenis Ikan Cupang

Bubble NEst pada Ikan Cupang

Apakah Kutu Air cocok untuk pakan ikan cupang?

Yup sangat cocok, namun untuk burayak aikan cupang tidak cocok. Burayak ikan cupang sangat cocok dengan plankton yang berenang bebas di air, jadi sediakan dulu plakntonya sebelumnya ikan cupang dikawinkan.

Anak ikan Cupang

JIka ikan cupang sudah memiliki usia seperti di atas maka sudah bisa diberi makan kutu air dalam jumlah kecil.

Apakah anak ikan cupang harus dipisah seperti induknya?

Tidak, biarkan saja mereka bermain bersama, kecuali mereka sudah siap untuk hidup solitare dalam hal ini biasanya mereka akan menyendiri jika ingin kawin.

Bisakah ikan cupang dikembangkan di Bak atau aquarium bulat seperti iakn mas?

Bisa sekali, kebanyakan orang menggunakan bak kotak karena mudah dibuat, hanya dengan lem dan 5 lembar kaca yang membentuk jaring-jaring balok atau kubus, jadi deh. Tapi kalau bisa ribet seperti aquairum berbentuk, bisa juga, tidak masalah selama masih bisa menampung air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *