Cara Membuat Aquascape Konsep Lowtech yang Murah, Mudah dan Meriah

4 min read

Jenis Aquascape tipe konsep rawa

DzargonLow Tech Aquascape atau juag dikenal dengan sebutan Natural Aquascape adalah konsep aquascape dengan tema minimalis. Minimalis berarti Aquascape tidak membutuhkan cahaya dan subtract yang banyak serta Water Change (ganti air) yang minim. Prinsip Natural Aquascape memanfaatkan interkasi antar tanaman dan hewan yang ada di dalam tanki.

Ciri utama dari sistem aquascape ini dialkukan dengan tanpa injeksi Carbon Dioksida (CO2). Lampu yang digunakan tidak membutuhkan daya yang tinggi pada umumnya kurang dari 0,5 watt per leiter air (WPL).

Prinsip utama dari pembuatan Natural Aquascape adalah keseimbangan (Balanced) antara tiga kebutuhan primer ekosistem aquascape. Tiga kebutuhan tersebut adalah :

  1. CO2
  2. Cahaya
  3. Nutrisi Makro dan Mikro.

A. Perlengkapan Konsep Lowtech Aquascape

1. Aquarium

Dari sisi tehnis, Ukuran (Volume) tanki yang digunakan dalam Aquascape adalah segalanya. Semakin besar ukuran tanko maka parameter air semakin stabil. Jadi bisa ditarik kesimpulan jika ukurannya besar maka tingkat kesulitan perawatan akan semakin mudah.

Selain volume, tinggi tangki juga berpengaruh. Semakin tinggi tangki berarti semakin dalam air. hal ini membuat cahaya akan sulit menembus ke dasar. Sejatinya memang terlihat oleh mata, tapi intensitas cahaya yang didapatkan tanaman semakin sedikit.

Ukuran Aquarium juga berdampak pada ketebalan kaca yang digunakan. Sebagai gambaran berikut ini ukuran dan perkiraan harga Aquarium :

  1. Kaca 5 mm – Panjang maksimal 1 meter, amanya sih 60 cm. Harganya kisaran Rp. 150.000 sampai Rp. 500.000
  2. Kaca 8 mm – Untuk tanki kurang dari 150 cm. Harganya kisaran Rp. 1.000.000 sampai Rp. 1.500.000
  3. Kaca 10 cm – Cocok untuk tanki dengan panjang maksimal 2 meter. Harga kisaran Rp. 5.000.000 sampai 10.000.000 Juta rupiah
  4. Kaca 2 cm sampai 3 cm. Tanki ukuran 3 meter. Harga kisaran sudah sangat fluktutaif tergantung desain, lokasi dan jasanya.

Ukuran Low Tacj yang disarankan sih minimal 100 cm x 40 cm x 50 cm, dengan perkiran jumlah air yang digunakan adalah 100 x 40 x 50 = 20.000 cm3 atau sekitar 20 liter.

2. Media Tanam

Media tanam atau bisa di sebut subtrate teridiri dari pupuk dasar dan tanah khusus yang bisa mengendap di air. Subtrack ini tempat akar tanaman melekat dan mencari nutrisi untuk tumbuh. Subtrak di jual dengan berbagai merek dan pada umumnya Rp. 20.000 sampai Rp. 30.000 perbungkus isi 500 gram.

Jika ingin merancang Aquascape untuk tanki 1 liter paling tidak membutuhkan 2 sampai 3 kg. Tergantung desain sih, semakin banyak tanamannya maka semakin banyak Subtrate yang digunakan. Aquasacpe dengan Tanaman Carpet sangat boros dengan Subtrate.

3. Lampu

Matahari menjadi salah satu sumber cahaya yang paling penting bagi tanaman untuk berfotosintesis, termuask juga tanaman air. Akan Intensitasnya yang terlalu tinggi membuat potensi Algae Blooming juga sangat besar, jadi sebaiknya hindari.

Hal yang paling aman adalah menaruhnya di dalam ruangan tertutup seperti ruang tamu dan menggunakan cahaya dari lampu. Keuntungan cahayanya bisa dikotnrol abik dari sisi intensitas maupun durasi. Pada umumnya Aqauscape hanya membutuhkan durasi 6 sampai 8 jam perhari. Semakin panjang durasi, semakin besar resiko Algea Blooming

Lampu yang baik digunakan adalah lampu led tipe gantung dengan ukuran 20 watt untuk tangki 100 cm. Penggunaan lampu celup tidak begitu direkomendasikan karena cahayanya agak redup.

4. Pendingin Air

Suhu optimal tanaman air berkisar 10oC sampai 28oC, semakin dingin air semakin baik untuk pertubuhan tanaman air. Buat kalian yang tinggal di perkotaan ada baiknya memabntu mendingnkan air dengan bantuan kipas yang diletakkan di atas permukaan air. Bentuknya mirip dengan kipas exhaust CPU tapi di arahkan ke air.

B. List Tanaman Aquasapce Low Tech Konsep

  1. Java Fern – Microsorum pteropus
  2. Java Moss – Vesicularia dubyana
  3. Windelov Java Fern,
  4. Windelov Fern – Microsorum pteropus ‘Windelov’
  5. Narrow Leaf Java Fern – Microsorum pteropus v. ‘narrow leaf’
  6. Green Hygro – Hygrophila polysperma
  7. Sunset Hygro – Hygrophila polysperma ‘Rosanervig’
  8. Ceylon Hygro – Hygrophila polysperma ‘Ceylon’
  9. Rotala Rotundifolia – Rotala rotundifolia
  10. Rotala Rotundifolia sp. Green – Rotala rotundifolia sp. ‘Green’
  11. Rotala Indica – Rotala indica
  12. Hornwort – Ceratophylum demersum
  13. Parrots Feather – Myriophyllum aquaticum
  14. Moneywort, Water Hyssop – Bocapa monnieri
  15. Brazilian Pennywort, Pennywort – Hydrocotyle leucocephala
  16. Crypt Wendtii – Cryptocoryne wendtii
  17. Crypt Balansae – Cryptocoryne Balansae
  18. Pygmy Crypt – Cryptocoryne pygmaea
  19. Guppy Grass – Najas guadalupensis
  20. Anubias – Segala macam Annubius
  21. Coffee leaf anubias – Anubias barteri v. ‘coffeefolia’
  22. Crypt retrospiralis – Cryptocoryne retrospiralis
  23. Crypt spiralis – Cryptocoryne spiralis
  24. Golden nana – Anubias barteri v. ‘nana golden’
  25. Narrow leaf nana – Anubias barteri v. ‘nana narrow leaf’
  26. Petite nana – Anubias barteri v. nana ‘petite’
  27. Philippine Java Fern – Microsorum pteropus ‘Philippine’
  28. Red Java fern – Microsorum pteropus “red”Crypt Becketii – Cryptcoryne becketii
  29. Pelia – Monosolenium tenerum
  30. Waterwheel Plant – Aldrovanda vesiculosa
  31. Bacopa – Bacopa caroliniana
  32. African Water Fern – Bolbitis heudelotii
  33. Hornwort – Ceratophyllum submersum
  34. Crypt Aponogetifolia – Cryptocoryne aponogetifolia
  35. Micro Crypt – Cryptocoryne petchii
  36. Tropica Sword – Echinodorus parviflorus ‘Tropica’
  37. Downoi – Pogostemon helferi

Untuk gambarnya silahkan browsing di google. Ada banyak kok.

C. Ikan dan Hewan yang Cocok

Karena ukuran tangki yang kurang besar, maka jumlah Bioload low to medium. Pada malam hari pada saat lampu dimatikan, tanaman akan berhenti memproduksi Oksigen. Hal ini membuat kadar oksigen pada malam hari rendah dan kadar CO2 tinggi.

Jika ekosistem Aquascape sudah stabil, harusnya tidak ada masalah jika jumlah ikannya lebih banyak meskipun jumlah tanamannya kurang. Akan tetapi kondisi akan membuat kebutuhan Water Changer harus semakin sering sehingga konsep Low Maintenance hilang.

1. Cleaner

Cleaner adalah hewan yang digunakan untuk membersihkan tangki dari suswa makanan, kotoran ikan, daun dan tanaman mati secara alami. Jadi hewan-hewan haruslah dari golongan konsumen tingkat pertama atau malah Detrivor. Pilih hewan yang tidak banyak gerak, jangan pakai ikan sapu-sapu yang justru bisa merusah dasar aquascape, apalag ijenis hewan ini bisa tumbuh sampai ukuran besar.

Adapun cleaner yang cocok adalah :

Siput – Ada banyak macam jenis siput yang sangat memabntu dalam memecahkan kotoran ikan yang mengendap di dasar. Kekurangan harus pandai pilih yang tidak mudah berkembang soalnya sebagian besar Siput bisa dengan cepat berkembang dalam waktu singkat. Jadinya merusak pemandangan.

Jenis yang direkomendasikan adalah Nerite Snail. Siput ini relatif memiliki warna yang indah dan tidak berkembang biak di air tawar sehingga sangat cocok dijadikan pembersih tingkat bawah.

Narite Snail Siput untuk Aquasacpe konsep Low Tech
Narite Snail

Bottom Feeder – Bottom Feeder adalah hewan yang digunakan untuk membersihkan sisa makanan yang ada di dasar Aquascape. Kebanyakan hewan Bottom feeder yang efektif adalah jenis ikan hanya saja jika ukuran terlalu besar, gerakan ikan ini justru bisa mengangkat isi tanaman yang ada di dalamnya.

Jenis-kenis bootm feeder yang direkomendasikan adalah

  1. Kuhli Loach
  2. Red Neon Goby
  3. Otocinclus – Algae Eater
Jenis Ikan Cleaner di Aquascape terbaru

Selain dari filum Pisces, Bangsa udang-udangan juga seirng dijadikan sebagao Bottom feeder. Alasannya sederhana karena selain memakan makanan sisa, kotoran dan udang. Ukurannya relatif kecil dan hampir dipastikan bukan predator. Jadi lah udang hias banyak dijual. Jenis yang paling sering digunakan adalah Red Cherry Shrimp dan Amano Shrimp karena mudah dan murah. Pada umumnya dijual dengan harga 2.000 rupiah per ekor.

Red Cherry Shrimp udang hias pengisi Aquascape

2. Ikan

Ikan yang digunakan dalam Aquascape harus bertipe Karnivora tapi bukan predator. Ikan predator cenderung ganas dan akan memakan ikan lain yang ada di dalam Tanki. Ikan-ikan aqua scape bisanya adalah ikan-ikan dengan ukuran mulut kecil seperti Tetra, Guppi, Cupang, dan sejenis.

Konsep Hardscape Aquascape juga bisa dijadikan penentu dari jenis ikan yang akan di isi, misalnya saja Konsep Iwagumi maka ikan yang cock sebaiknya Schooling Fish atau ikan yang jalannya bergeremobol. Negatif spase dari Iwagumi bisa jadi tempat bermain Schooling fish.

Aquascape jenis Iwagumi Style dan schooling Fishnya
Iwagumi

D. Simple Guide untuk Membuat Aquascape

Jika kamu ada rencana membuat Aquascape maka berikut ini simple Guidenya

  1. Tentukan ukuran Aquarium
  2. Pilih tema dominan untuk bagisa dasar : Malang, Silika atau Carpet Plant
  3. Pilih Substrace dan Pupuk dasar
  4. Beli perlatan pendukung : Filter, Termometer, Lampu, Kipas angin
  5. Cari Hardscape lalu beli Batu dan kayu yang sesuai
  6. Pilihan tanaman
  7. Pilih Ikan dan Cleaner
  8. Tambahkan pemanis seperti tanaman Apung

Tipsnya – Rajin-rajin Cari inspirasi di YouTube atau Komintas

Penutup

Kelebihan Konsep Lowtech Aquascape

  1. Minim Maintenance jadi bisa ditinggal selama satu minggu
  2. Jadwal pangkas tanaman yang jarang
  3. Waktu Penggantian Air dengan toleransi yang panjang
  4. Ikan lebih sehat dan ceria
  5. Biaya murah
  6. Margin Eror tinggi jadi ledakan Algae (Algae Bloom) tidak begitu besar jika saja inbalanced di Aquarium.

Kekurangan Konsep Natural Aquascape

  1. Pertumbuhan tanaman yang lama
  2. Pilihan Jenis tanaman sedikit (minim biodiversity)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *