Cara Halus Menolak Cowok Selain Kamu Terlalu Baik Untuk Aku

CARA YANG BAIK UNTUK MENOLAK AJAKAN UNTUK PACARAN BAGI WANITA MUSLIM
Add Comment Anak Muda, Kehidupan
Di dalam Islam, pacaran hanya boleh dilakukan setelah menikah, ketika lelaki

dan wanita sudah menjadi muhrim. Sebelum menikah, tak ada yang namanya pacaran karena hal itu mendekati zina, dan zina tergolong dalam dosa yang besar.

Dulu, para lelaki tak berani mengajak wanita berjilbab berpacaran. Sekarang, ketika wanita sudah banyak berjilbab, lelaki pun dengan beraninya
mengajak mereka berpacaran. Tapi sayangnya, sang wanita pun ada yang menerimanya.

Para wanita harus tegas menolak ajakan pacara dari lelaki dan para lelaki pun harus bersikap baik kepada wanita. Jika kamu benar-benar mencintai wanita tersebut dan mantap dengannya, maka nikahilah dia. Jadikan ia halal bagimu, itu yang dibenarkan dalam Islam.

Inilah cara ampuh menolak ajakan pacaran bagi wanita secara Islami :

Level Mudah

  Dikatakan mudah karena biasanya lelaki yang mengajak pacara di level ini         jika sudah ditolak secara halus, maka ia sudah tidak lagi mengganggu kita.
  1. Katakan “Saya bukan Akhwat yang Mencari Jodoh dengan Pacaran”

Dalam Islam, mencari jodoh dilakukan dengan ta’aruf. Jika cocok, ikat dengan komitmen dan membangun rumah tangga. Jika tidak cocok, tidak usah berkomunikasi lebih jauh lagi.

  1. Katakan “Saya Diminta Orang Tua untuk tidak Berpacaran”

Ini yang sering terjadi, katakan bahwa orang tua tak setuju kamu berpacaran. Jika dia lelaki yang baik dan menghormati orang tua, maka dia akan menerima alasanmu ini dan ini juga dapat menjadi indikasi bahwa dia adalah lelaki baik. Jika dia serius dan suatu saat nanti ia ingin menikah denganmu, maka kamu sudah tahu kalau dia patuh juga pada orang tua.

  1. Katakan “Saya Manusia Lemah, Berpacaran akan Membuat Saya menjadi Lebih Lemah”

Trik psikologi ini namanya rendah hati, kebanyakan para lelaki hanya berpacaran untuk bersenang-senang atau mengejar gengsi. Sampaikan bahwa kita tidak butuh gengsi dan sebagai makhluk lemah dapat menyusahkan orang lain.

Level Sedang

    Yaitu ketika sang lelaki tak gentar setelah ditolak secara halus. Ia masih             mengejar meski belum sampai level yang berat.
  1. Katakan “Saya Lebih Mencintai Allah Ta’ala, dan Allah Ta’ala Benci jika Saya Mendekati Zina. Jadi, Lupakan Berpacaran dengan Saya”

Katakan bahwa Allah Ta’ala tidak menyukai perbuatan zina, apalagi orang-orang yang mendekati zina. Jadi, jika tidak ingin dibenci Allah Ta’ala, maka jangan melakukan zina dengan berpacaran.

  1. Katakan “Pacaran adalah Budaya Barat dan itu tidak ada dalam Islam”

Dalam pacaran tidak ada aturannya, semua bebas. Ini yang menjadikan pacaran itu berbahaya. Dan di dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran sebelum menikah.

  1. Katakan “Pacaran Berbeda dengan Menikah”

Pacaran itu berbeda dengan menikah, menikah perlu komitmen dalam membangun rumah tangga, tapi pacaran hanya mengandalkan kesetiaan yang dapat goyah dengan berbagai godaan.

Level Berat

   Lelaki di level berat ini biasanya sudah cinta buta. Mereka tak akan                    menyerah sebelum mendapatkan wanita yang ia inginkan untuk dipacari.          Lelaki seperti ini perlu penanganan yang berat juga.
  1. Katakan “Kita ini Temenan Baik, Kalau Saya Bilang tidak ya tidak. Kalau Memaksa Lebih Baik tidak Usah Berteman!”

Ini akhwat yang tegas, kalau lebih dari berteman lebih baik tidak usah berteman sekalian. Anggap saja teman ketemu di sosial media dan tidak lebih.

  1. Katakan “Pacaran itu Mendekati Zina. Zina itu Haram, Mendekatinya juga Haram”

Pacaran adalah kegiatan yang mendekati zina dan itu haram. Dalam Surat Al Isra ayat 32, Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

  1. Katakan “Mana ada Pacaran Membawa Pelakunya ke Surga? Kalau Mati di tengah Jalan yang ada Masuk Neraka!”

Tentu saja zina yang haram membawa pelakunya ke neraka, termasuk pacaran. Dalam hadits riwayat At Tabrani dan Baihaqi, disebutkan bahwa, “Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.”

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *