Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 menyisakan polemik setelah sejumlah peserta menyoroti dugaan fotografer official Bermain dua kaki dengan menjual foto di Fotoyu, padahal mereka telah dibayar panitia dan diwajibkan menyetorkan hasil foto ke folder resmi penyelenggara. Peserta juga mengeluhkan kualitas foto yang diberikan ke panitia dinilai kurang maksimal, sementara foto dengan komposisi dan kualitas terbaik justru dijual kepada peserta.
Daftar Isi
Fotografer Official Disebut Langgar Kebijakan Penyelenggara
Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 ternyata menyisakan cerita yang dianggap sebagai aib oleh sejumlah peserta. Sorotan muncul setelah beberapa fotografer resmi diduga bermain dua kaki dengan menjual foto hasil jepretan mereka di Fotoyu, padahal mereka sudah dibayar oleh panitia dan seharusnya menyetorkan hasil foto ke folder resmi panitia.
Aturan ini dibuat karena para fotografer bertugas sebagai vendor resmi penyedia layanan fotografi dalam event tersebut. Yang bikin peserta makin kecewa, foto yang masuk ke folder panitia disebut-sebut kualitasnya biasa saja, sementara foto dengan komposisi dan hasil terbaik justru dijual melalui Fotoyu.
Padahal sebelum bertugas mereka bersama-sama menyepakati aturan yang tertuang pada poin 9 yakni dilarang berjualan foto event Jakim 2026 di platform fotoyu dll. Dengan bersedia bergabung menjadi fotografer official berarti menyetujui peraturan tersebut.
Keluhan Pelari Membanjiri Thread
Keluhan peserta ramai bermunculan di berbagai thread media sosial setelah gelaran Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Banyak yang menyoroti dugaan praktik fotografer resmi yang menjual foto hasil jepretannya di Fotoyu, sementara foto yang disetorkan ke folder resmi panitia dinilai memiliki kualitas yang kurang maksimal dibandingkan foto yang diperjualbelikan.
Ketika kamu sudah dibayar, under agreement dengan yang hire kamu, tiba2 kamu jual foto di platform lain.
Ini sama aja kamu ngencingin tempat kamu cari rejeki, apalagi kamu udah dapet akses ke tempat sakral itu, dan foto2 tersebut seharusnya sudah menjadi hak para peserta secara gratis.
Saya pernah jadi fotografer loh, selama belasan tahun 🙂. Kalian semua yang merasa melakukan itu semua dan mau debat sama saya ya saya ladenin. Kita bahas tentang etika ya.

Tulis akun rudywicaksono, mengeluhkan perilaku para fotografer. Postingan tersebut juga dilengkapi dengan screenshoot akun fotografer Official Jakim yang bermain dua kaki di FotoYu dengan akun posedanpace.
Rudi bukan satu-satunya orang yang kesal dan membagikan akun fotografer yang bermain di dua kaki. Akun thread seblakckrrr tidak tanggung-tanggung membagikan 4 akun.




Berdasarkan hasil penelusuruan akun-akun FotoYu dari Fotografer official yang dikumpulkan
- Yuraku
- greagrap
- cfdjkt-team
- projecteksploree
- Topevent
- papamotret
- photodin
- nonofficial
- unofficialbtnjakim
Kemungkinan akun-akun lain yang belum dilaporkan akan terus bertambah.
Sampai berit aini diturunkan belum ada klarifikasi dan statement resmi dari pihak penyelenggara event dan vendor fotografi yang digunakan saat Jakim 2026.
