Wanita Pelakor – Perebut Laki Orang Ciri-Ciri dan Tuntutan Hukum Pidana

2 min read

Cewek Amoy IGO manis paka baju Anti Pelakor

Dzargon – Pelakor adalah istilah netizen yang belakangan ini sedang tenar dibicarakan oleh publik. Pelakor adalah singkatan dari Perebut Laki Orang atau merujuk pada wanita yang menggoda pria yang sudah beristri agar ingin menjalin hubungan dengan dirinya.

Sebenarnya wanita yang menjalin hubungan dengan pria yang sudah beristri sudah ada sejak jaman dahulu, namun dulu biasanay di sebut dengan istilah WIL atau Wanita Idaman Lain. Posisi WIL sedikit lebih terhormat dari Pelakor dimana Wanita tersebut bersifat passif namun memang ada niat dari dari sang pria yang ingin memiliki lebih dari satu pasangan. Sedangkan Pelakor memiliki karakter yang lebih agresif dalam menggoda pria.

A. Ciri-Ciri Pelakor

Meskipun tidak mutlak namun pad aumumnya pelakor memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Selalu melibatkan Suami Orang dalam setiap urusan, awalnay dimulai dengan permintaan tolong sampai akhirnya sudah mulai merambah ke arah asal ada alasan ketemu saja.
  2. Merasa nyaman berinteraksi seperti chat dan balas komentar di Sosial Media
  3. Sering melirik pria beristri termasuk akan dengan mudah menjalin hubungan seperti berinisiatif memulai pembicaraan.
  4. Cuek dengan komentar orang lain dan menganggap pandangan orang lain terhadap dirinay tidak begitu penting untuk ditanggapi
  5. Suka mencari alasan untuk dapatkan perhatian dari suami orang. Pada umumnya sering terlihat mengenakan pakaian seksi atau terbaru yang ia miliki ketiak bertemu dengan pria yang dia senangi atau menggunakan parfum yang aromatik
  6. Agresif di hadapan suami orang lain seperti senang meraba

B. Penyebab Wanita Jadi Pelakor

Pada umumnya alasan yang paling sering dijadikan pembelaan saat seorang pelakor ketahuan adalah Cinta itu Buta. Namun berbeda dengan hal tersebut, Jovita Maria Ferliana, M.Psi menyatakan ada empat hal utama memabut seseorang menjadi pelakor.

Empat faktor tersebut adalah :

1. Faktor Finansial

Finansial adalah salah satu alasan utama mengapa seorang ingin menjadi pelakor. Wanita pelakor kebanyakan mencari pria kaya yang sudah memiliki kedudukan sosial dan kemampuan finansial yang stabil dan cenderung tinggi. Pelakor dijadikan status untuk dapat memenuhi kebutuhan dianggap menjadi pilihan yang jauh lebih mudah dibandingkan harus menjual diri.

2. Narsisme yang Tinggi

Faktor lain dianggap menjadi pemicu dari soerang wanita menjadi pelakor adalah Jiwa Narsisme yang tinggi.

Hal ini bisa diidentifikasi dari cara menggunakan sosial media. Wanita Pelakor cendering agrasife dan suka pamer bagian sensual dari tubuh mereka. Sebut saja misalnya bagian dada.

PAda umumnya orang yang Narsis akan selalu berupaya mendapatkan sesuatu dengan segala cara dan tidak mau tahu konsekuensi dari apa yang sedang ia lakukan.

Semakin baik hubungan suatu pasangan maka semakin merasa tertantang dirinya untuk bisa masuk ke kehidupan rumah tangga tersebut. Ada semacam self reward yang tidak bisa dinilai dengan materi yang ia dapatkan ketika berhasil masuk dalam kehidupan rumah tanga orang lain.

Nissa Sabyan artis cantik hijab manis jadi pelakor

3. Trauma Masa Lalu

Salah satu penyebab seorang ingin menjadi pelakor biasanya menghindari tekanan psikis yang sangat tinggi alias trauma dengan kejadian di masa lalu. Terutama jika trauma tersebut berasal dari kejadian di dalam keluarga inti. Misalnya orang tua.

Contoh kasusnya, misalkan seorang wanita yang ibu dan bapaknya sudah ceri sejak kecil dan akhirnya ia terbaikan. Hal ini membuat muncul perasaan tidak dicintai dan membuat wanita tersebut tumbuh dengan rasa haus akan kasih sayang.

Hasilnya wanita ini akan menghalakan segala cara untuk mendapatkan perhatian. Gayung bersambut, jika perhatian tersebut didapatkan dari wanita yang sudah memiliki istri. Maka jadilah pelakor. Ibaratnya adlam kondisi haus, seseorang pasti akan meminum air laut sekalipun dia tahu kalau air laut akan membuat dirinya lebih terasa haus.

4. Ikut-Ikutan

Meskipun peluangnya kecil, namun beberapa dari kasus pelakor terjadi karena hal sepele, yakni ikut-ikutan. Misalnya saja wanita tersebut berada dalam lingkaran yang orang-orangnya dengan percaya diri menceritkaan bahwa diri mereka adalah pelakor dan hidupnya nyaman-nyaman saja, maka akan besar kemungkinan wanita tersebut juga ikut mencoba menjadi seorang pelakor.

C. Jerat Hukum yang Mengancam Pelakor

Hubungan asmara tidaklah masuk dalam kajian undang-udang pidana sehingga nyaris tidak ada pasal yang bisa disangkakan kepada pelakor. Misalnya ketika anda mendapati Suami anda sedang bermesraan dengan wanita lain di sebuah restoran maka itu adalah hak dari suami anda.

Pelakor dan suami anda hanay bisa dijerar dengan pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jika sampai melakukan hubungan seksual dengan pasangan sah anda dengan orang lian. Namun dalam hal ini Pasal 284 bukan tentang perselingkuhan melainkan perzinahan yang dilakukan oleh orang yangs udah berumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *