Status Janda Lebih Dekat Dengan Stigma Negatif Di Masyarakat Adat Ketimuran

Dzargon – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI), Janda adalah istilah yang merujuk pada wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh sang suami dan belum melakukan pernikahan lagi. Pria juga mendapatkan istilah yang analog yakni Duda.

Tidak ada yang salah dengan status keduanya baik janda maupun duda hanya saja, budaya ketimuran kita sepertinya lebih menitik beratkan stigma negatif pada Janda daripada duda.

Padahal kita dikenal sebagai bangsa dengan budaya tata krama dan sopan santun terbaik di dunia, namun sayangnya terkadang banyak Janda yang merasakan diskriminasi atas statusnya di mata masyarakat.

Para Janda biasanya dilabeli oleh banyak oknum sebagai status yang rendah dan jelek. Diangap wanita lemah dan tak berdaya sehingga kerap kali diasosiakan dengan wanita yang mencari perlindungan dengan menggoda suami orang lain alias Pelakor.

Sekalipun mereka bukanlah pelakor, sering kali kita dengar jika status janda-nya seorang wanita akan menjadi bahan pergunjingan yang sedap kala sore hari ketika ibu-ibu komplek sedang bercengkrama. Terutama jika sang Janda masih berusia di bawah 30 tahun.

Jikalau dia adalah dua yang berusia yang relatif sama, justru Para Duda akan mendapatkan julukan yang lebih baik yakni Duren alias Duda Keren. Tapi coba saja kalau ada Janda yang cantik, kebanyakan diberi julukan Janda Gatel, Janda Pepnggoda, Janda Pelakor dan sejenisnya. Kalaupun ada yang postifi cuman janda kembang, itu hanya istilah yang merujuk pada wanita yang bercerai sebelum memiliki anak.

Cewek IGO Kampungan bajau Kebaya Biru tradisional

Janda Lebih Berat Daripada Duda

Indonesia adalah negara yang dalam proses mengadopsi kesetaraan Gender, sehingga mayoritas yang bekerja masih kaum pria meskipun di beberapa sektor wanita sudah mulai mengambil peran.

Tidak heran jika kondisi ini membuat status Janda jauh lebih rentang daripada pria yang menyandang status duda. Hal yang paling berat dari status Janda itu adalah nafkah bagi anak yang ikut ketika sudah bercerai.

Di Indonesia, harkat dan martabat seorang janda jauh lebih berat lagi dijaga di tengah-tengah stigma negatif yang melekat di khalayak ramai. Terlebih jika ada hasrat ingin menjalin hubungan dengan pria. Di mata budaya Barat, Janda mencari pasangan tidaklah jauh berbeda wanita singgel mencari pasangan, tapi disini beda.

Ketika seorang janda mencari pasangan atau menjalin hubungan dengan pria, stigma negatif tiba-tiba datang. Mulai dari ganjeng lah, Genit lah, sampai yang paling parah sampai-sampai Gatal. Padahal gak ada bedanya seorang perawan yang sedang pacaran, tapi status janda membuat hal ini terlihat berbeda di mata Netijen.

Tentu saja tidak ada orang yang ingin menyandang status janda dalam kondisi normal. Selain itu juga tidak ada janda yang ingin menyandang statusnya dalam waktu yang lama. Kecuali ada trauma psikis yang sangat berat, tapi di luar itu, Janda juga ingin mengakhiri statusnya.

Gempuran dari stigma negatif di luar juga bertambah buruk dengan adanya tekanan batin dari dalam. Ollenburger dan Moore (1996), seorang peneliti Amerika Serikat juga menemukan bahwa status Janda seorang wanita membuat kondisi psikisnya sedikit tertekan karena sudah pernah hidup dengan Pria.

Hubungan antara pria dan wanita tetap membekas secara psikologis dan psikis. Kebiasaan ini membawa tagihan yang harus dipenuhi, termasuk kebutuhan batin layaknya suami istri lakukan.

Menurut Ollenburger dan Moore (1996) mengenai norma yang berlaku di masyarakat, menyatakan bahwa kehidupan seorang wanita yang menyandang status janda sangat memengaruhi psikis dikarenakan wanita cenderung hidup lebih lama dari pria.

Janda semok dan seksi Celana Jenas Ketat dan Toge

Mudah Tergoda

Rasa khawatir juga menjadi salah satu aspek yang paling sering menyerang kehidupan seorang Janda, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pria yang akan masuk ke kehidupannya kelak. Tidak semua pria jahat, tapi ada banyak pria yang ingin menjalin hubungan dengan Janda karena memandang wanita dengan status sosial ini adalah cewek gampangan yang ketika digunakan tidak akan meninggalkan bekas.

Yah ada banyak kasus yang diterbitkan di media cetak jika banyak Janda yang menjadi korban pria biadab, mulai dari menipu untuk materill sampai mengalami pelecahan dan hubungan seksual kemudian ditinggalkan. Padahal ada niat yang tulus dari seorang Janda yang sedang menjalin hubungan dengan pria. Niat ingin mendapatkan pendamping yang setia.

Jadi sebenarnya Janda adalah status yang selalu serba salah, meskipun kesalahan tersebut bukan dari dirinya, hanya dari stereotype yang berlaku di Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.