Parakang – Mahluk yang Sering dianggap Hantu Ternyata Manusia Penuntut Ilmu Hitam

6 min read

Parakang Berubah Hantu Hantu jadia jadian

Akhir era tahun 1990-an, masih banyak daerah di Sulawesi Selatan, termusuk Makassar, yang mendapatkan teror manusia penganut ilmu hitam yang memakan manusia. Mereka disebut sebagai Parakang dan Poppo. Meskipun pada akhir tahun 2000-an Parakang dan Poppo sudah mulai jarang terdengar dan condong ke arah Urban Legend namun sosok tersebut masih menjadi momok yang mengerikan bagi masyarakat di Daerah Sinjai, Pinrang, Soppeng, Bulukumba, Enrekan, dan Gowa.

Pengalaman dengan Poppok

Sekitar akhir tahun 2006 ketika saya masih SMA, saya dan teman-teman mendapatkan pengalaman mendengar suara Poppok. Yang mendengar suara itu tidak satu, tapi semua teman yang ikut nginap di Villa di kaki Gunung Bawakaraengm yakni kami ber-14. Bahkan pengalaman ini sering diungkit ketika kami reunian tentang siapa yang paling takut pasca mendengar sampai yang paling berani.

Suara tersebut terdengar seperti dua buah batok kelapa kering yang dihantamkan satu sama lain. Bunyinya terdengar seperti “Pok-Pok” yang berulang-ulang diantara kata Poppok. Suara ini juga lah yang membuatnya mendapatkan julukan Poppok.

Suara tersebut terdengar seperti disengaja sehingga kami merasakan teror dan was-wasa hingga pagi hari, sekalipun tidak terjadi apa-apa. Namun perasaan takut tersebut benar-benar nyata.

Hal yang membuat kami takut itu karena suaranya terdengar sangatlah dekat bahlan seolah-olah ada di jendela di belakang rumah, padahal di bagian belakang rumah tersebut jurang yang tidak mungkin ada orang iseng tengah malam mukul-mukulin batok kelapa.

Hanya saja yang membuat rasa takut dan cemas kami sedikit berkurang adalah cerita menganai suara Poppok yang terdengar dekat itu berarti si Poppok ini lokasinya jauh dari kita sedangkan kalau terdengar jauh maka lokasi aslinya dekat dengan si pendengar. Namun meskipun demikian, rasa takut tersebut tetaplah besar.

Parakang dan Poppo’ bukanlah Setan dan sebangsa Jin

Cerita mengenai Parakang ini, sesunggunya masih menjadi sering terdengar di lorong-lorong kita Makassar, paling tidak sampai tahun 1990-an dan awal-awal tahun 2000. Parakang masih menjadi teror yang mencekam di lorong-lorong di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini.

Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin ramainya Makassar dengan pendatang, isu tentang Parakang sudah mulai berkurang. Banyak yang yakin jika para penganut ilmu Parakang ini sudah habis meninggal dan tidak banyak lagi orang yang mau menuntit ilmu parakang.

Di sisi lain, kisa tentang Poppok di Kota Makassar, justru sangat jarang terdengar, malah kebih sering terdengar di daerah. Kalaupun ada, biasanya hanya kisah yang dibumbui dan sulit dipastikan kebenarannya. Misalnya saya mendengar teman saya pernah mendengar Poppok. Berbeda dengan pengalaman saya yang mendengar langsung suaranya sekalipun tidak melihat sosoknya.

Kisah mengenai Poppo sering terdengar oleh Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Khususnya kampus Parang Tambung sampai tahun 2009. Konon Pohon-pohon besar di dekat gedung BEM UNM, di Kampus tersebut sering menjadi titik persinggahan Poppo ketika mau berangkat mencari mangsa yang sering terdengar sekitar pukul 11 malam dan juga pukul 3 sampai 4 dinihari yang menurut para Mahasiswa yang sering nginap di Kampus sebagai jam Pulang “mereka”. Kendati demikian mahasiswa yang di wawancarai hanya mendengar cerita dari para seniornya, dia sendiri tidak pernah mendengarnya secara langsung, hanya di minta untuk waspada dan tidak menegur jika suatu ketika mendengar suara-suara aneh di kampus.

Meskipun saat ini, Parakang dan Poppo seolah-olah naya sebatas legenda dan bahkan Mitos belaka tanpa ada yang pernah mengalami atau melihatnya secara langsung, namun hal ini tentu saja berbeda jika kita berada di daerah-daerah yang telah disebutkan namanya di atas. Potongan potongan cerita mengenai Poppo dan Parakang akan saling terkait satu sama lain sehingga memenuhi unsur untuk dikatakan nyata dan bukan sebatas cerita omong kosong belaka.

Sebut saja salah satu cerita ketika saya mengambil mata kuliah KKN dari kampus sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat di Sidrap dan Pinrang menjadi satu hal yang membuat keyakinan kalau Parakang dan Poppo masih ada. Kala itu ada sebuah program dari TIM KKN yang ada di sebuah desa X (disamarkan), di Kabupaten Pinrang, mendata warga lansia dan hidup dibawah garis kemiskinan. Sebelum melakukan sensus dan pengambilan data, ada pesan unik yang terlontar dari mulut Kepala Desa dan diulangi beberapa kali sebagai simbol penekanan dari isi pesan agar dilakukan. Pesan tersebut paling tidak bermakna seperti ini:

Ketika kalian melakukan pengambilan data penduduk dan menemukan rumah dengan puncak rumah lubang dan tidak tertutup seukuran manusia bisa melewati  rumah tersebut, kalian tidak perlu masuki rumah tersebut, lewati saja dan segara pindah ke rumah lain.

Sontak saja kami langsung kebingungan dengan pesan dari sang kepala Desa, namun kami yakin jika pesan tersebut tidak lain ditujukan untuk menjaga keselamatan kami. Hal yang membuat bulu Kuduk merinding jika pesan tersebut dikaitkan dengan wejangan dari para orang tua sebelum berangkat ke Pinrang, sehingga ada benang merah yang kami tarik mengenai larangan pak Desa yang tentu saja mentaatinya adalah sebuah keharusan.

Pengalaman Bertemu Parakang

Cerita mungkin bisa jadi cerita valid mengenai keberadaan parakang di Makassar, karena tidaknya saya sendiri mengalaminya bahkan hampir seisi lorong mengetahuinya dan melihatnya secara langsung. Kejadian ini terjadi pada tahun 1999 di Jalan Regge lorong xxx (dirahasiakan, untuk melindungi nama keluarga) Makassar. Mungkin yang tinggal di Daerah jalan Regge, Rappokalling, Jalan ir. Juanda juga pernah mendengarnya. Hal ini menjadi ketika salah seorang warga yang dicurigai parakang tertangkap tangan hendak berubah menjadi sesuatu.

Awal mula kejadian ini ketika menantu dari sang Parakang berteriak ketika istirnya meninggal pada saat ingin melahirkan. Sang menantu berteriak dengan kalimat “Amma apa anjo manna ana’na nakanre tonji”, (artinya: Orang tua macam apa itu, bahkan anaknya sendiri juga dimakan). Kecurigaan semakin menjadi ketika ia bepergian ke rumah saudaranya untuk mengabarkan anaknya meninggal. Sang Parakang Berjalan Kaki pada malam hari, kala itu makassar belum seramai sekarang, angkot masih jarang. belum sampai 15 menit kemudian, orang tua yang kira-kira berusia satu abad telah kembali. Tidak banyak yang percaya kalau dia sudah menyampaikan kabar ke saudaranya karean dengan kendaraan saja butuh waktu sekitar satu jam, namun esok harinya saudara yang dimaksud datang karena mendapat kabar langsung semalam dari sang nenek.

Beberapa mitos mengatakan mengenai kelemahan Parakang termaksud senang bermain belut diselokan atau tidak suka jika ada pecahan kaca atau beling di depan rumahnya. Entah bagaimana ceritanya, mungkin ada yang menaruh pecahan beling di depan rumah sang nenek tersebut. Waktu itu masih menjelang Isa, setelah magrib, tiba-tiba warga yang sedang duduk duduk di depan rumah terhambur lari dari masuk kedalam rumah, karena melihat nenek yang dicurigai parakang masuk kedalam Got depan rumahnya, dengan mata merah, dan rambut panjang yang acak-acakan. Sang parakang masuk kedalam Got kemudian mengacak-ngacak got yang lebarnya kira-kira 50 cm. Got di Kota makassar saat itu pasti berwarna hitam dan bau busuk dan entah ada hawa-hawa aneh yang muncul tiba-tiba. Waktu saya masih berumur 7 atau 8 tahun, kejadian yang sangat jelas teringat adalah suasana lorong pasca kejadian selalu sunyi ketika magrib menjelang. Saat ini nenek tersebut sudah meninggal namun beredar cerita bahwa salah seorang anaknya pasti mengambil ilmu parangkan tersebut, karena konon Parakang akan susah meninggal jika ilmunya belum dipindahkan ke orang lain, nah jika tidak memiliki murid, maka orang terdekatlah yang biasanya akan mewarisi ilmu laknat tersebut.

Ini bukanlah satu-satunya pengalaman saya melihat parakang secara langsung, pernah suatu ketika di tahun 2011 di kampung ibu saya di Sinjai, saya pulang dari rumah teman namanya Supriadi, di daerah Bulupoddo ke Batullappa. Pada waktu itu saya melihat seekor anjing ditangah jalan dengan keadaan merokok, namun saya tidak menegurnya langsung saja pulang. Sesamapinya di rumah tante, saya bercerita, namun tidak digubris oleh tante saya, malah tante saya menjaga saya tidur sepanjang malam, saya liat dia baring dibawah tempat tidur. Barulah saya paham kalau ternyata Parakang tidak suka kalau dirinya diketahui, dan parakang mampu mendengar cerita tentang dirinya pada jarak  kampung.

Wujud Dari Parakang.

Saya beberapa kali diingatkan oleh nenek saya mengenai parakang waktu saya kecil hingga saya besar, Tepat di kampung kakek dari ibu saya di Sinjai bisa dikatakan juga sebagai pusat Parakang, bahkan ibu saya saja enggan menginap di rumah keluarga kecuali di rumah saudara akndung yang masih tinggal di sana.

Parakang adalah manusia yang bisa berubah menjadi apa saja ketika ingin mencari mangsanya. Menurut cerita beberapa parakang telah berusaha untuk melawan hasratnya untuk memakan orang, namun perintah untuk memakan orang biasanya muncul di bawah alam bawa sadar. Enath cerita ini benar atau tidak, katanya mereka yang tidak sengaja mendapatkan ilmu parakang akan di kelabuhi oleh ilmu mereka sendiri. Konon jika mereka menolak untuk makan orang, maka ketika parakang tidur mereka akan bermimpi untuk meraih buah pisang yang amat tinggi. Hasrat untuk makan buah pisang itu semakin dan berusaha sekuta tenaga untuk memakan pisang tersebut. Ketika ia berhasil memakan pisang tersebut akhirnya mereka tidur dalam mimpi. Ketika parangkang terbangun tangan mereka sudah berlumuran darah manusia.

Parakang

Pernah suatu ketika saya sedang berkunjung di tangkuru, di depan rumah tante sekitar tahun 2008. Depan rumah tante saya ada yang meninggal dengan kondisi perut kosong (isi Perut dan Usus hilang). Sebelum ditemukan meninggal malam harinya tetangga mendengar suara aneh yakni suara lonlongan anjing namun terkesan dibuat-buat. Kesekokan harinya tetangga depan rumah yang kebutaln sakit dan tidak dijaga oleh siapa-siapa ditemukan telah meninggal dengan keadaan perut kosong.

Kamboti

Parakang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi binatang seperti anjing dan kucing. Namun perubahan ini tidak begitu sempurna, konon jika parakang berubah jadi anjing, maka sosok anjing yang dilihat akan seperti manusia merangkak dengan kaki belakang belakang lebih panjang dari kaki depan. Jika berubah jadi pohon pisang, maka pohon tersebut hanya punya tiga lembar daun dan tidak punya tunas atau calon anakan di sampingnya. Tiba pohon pisang ada di tengah lapanga, atau di tengah sawah. Paman saya sendiri, pernah menangkap ayam hutan waktu kecil, namun lama-lama kelamaan ayam tersebut menjadi berat semakin berat dan akhirnya berubah menjadi orang. Salah satu bentuk perubahan parakang yang paling sering adalah kamboti dan juga kurungan ayam.

Menghadapi Parakang.

Konon parakang takut dengan daun Kelor, namun cerita ini masih saya sangkal karena Parakang yang didapati hendak berubah di depan rumah saya, punya pohon kelor di depan rumahnya, meskipun ia sendiri tak pernah terlihat mengambilnya. Jika kita memukul seorang parakang sekali maka ia akan meminta di pukul sekali lagi. Jangan dipukul. memukul parakang sekali akan membuatnya lebih menderita ketimbang memukulnya dua kali. jika tidak cukup kuat melawan parakang sendiri, karena parakang juga manusia maka hadapilah secara beramai-ramai.

Ciri-ciri parakang (meskipun ini belum tentu kebenaranyanya namun kebanyakan cerita mengatakan seperti ini)

  • Tidak ingin berjalan di depan kita ketika bayangannya ada di belakang. begitu pula sebalaiknya, tidak ingin berjalan di belakang ketika bayangannya ada di depan.
  • Baunya terkadang berbau Comberan (a’rasa salongan)
  • Matanya merah dan ketika ditatap tidak ingin mengalihkan pandangan.
  • Konon rata-rata dari parakang berambut panjang dan berjenis kelamin perempuan, namun hal ini tidak berarti parakang tidak ada yang laki-laki
  • Banyak terdapat di daerah dekat pegunungan, karena transpotasi yang susah konon ilmu digunakan untuk berpindah dengan cepat.
  • Orangnya tertutup dan kebanyakan berforfesi sebagai dukun beranak (tidak semua dukun beranak parakang).

Terlepas dar benar tidaknya ciri-ciri ini mungkin keberadaan Parakang di Makassar sudah mulai berkurang bahkan sudah tidak ada, namun legenda ini ternyata tidak hanya di miliki oleh Oleh suku Bugis Makassar, banyak tempat seperti kalimantan, bali bahkan Thailand juga memiliki cerit ayang sama. Semuanya daerah tersebut memiliki latar belakang kepercayaan anismisme di masa dulu. Jadi bisa jadi ini memiliki hubungan erat. Belum ada yang bisa memastikan.

Apa Itu Parakang

Admin
5 min read

9 Jenis Dukun di Indonesia

Admin
3 min read

3 Replies to “Parakang – Mahluk yang Sering dianggap Hantu Ternyata Manusia…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.