Model celana dan pakaian dalam merupakan bagian penting dalam fashion yang memengaruhi kenyamanan, penampilan, dan kepercayaan diri. Pemilihan model yang tepat sesuai aktivitas dan bentuk tubuh membantu menunjang gaya berpakaian yang rapi, nyaman, dan fungsional dalam keseharian.
Daftar Isi
Model Celana Dan Pakaian Dalam
Di bawah ini diturunkan sejumlah istilah-istilah model celana.
A. Celana Rok
celana rok dirancang dengan potongan lebar yang menyerupai rok saat dikenakan, namun sebenarnya terdiri dari dua bagian kaki seperti celana. Ciri utamanya adalah siluet melebar dari pinggang ke bawah, dengan lipatan, panel, atau jatuhan kain yang menyamarkan belahan kaki sehingga tampak seperti satu bidang utuh.
Panjangnya bervariasi—mulai dari di atas lutut, selutut, hingga mata kaki—dengan bagian pinggang bisa berbentuk lurus, berlipit, atau berkerut. Pada beberapa desain, garis jahitan tengah hampir tidak terlihat, sehingga secara visual lebih dominan menyerupai rok dibanding celana.


B. Celana Bermuda
Celana bermuda memiliki bentuk celana pendek dengan panjang hingga sekitar lutut atau sedikit di atas lutut. Potongannya umumnya lurus atau sedikit melebar, tidak ketat di paha, sehingga memberikan kesan rapi namun tetap santai. Bagian pinggang dirancang seperti celana biasa, dilengkapi resleting atau kancing, dengan ujung kaki celana yang jatuh lurus tanpa mengecil. Secara visual, bentuk celana bermuda menampilkan siluet sederhana dan bersih, berada di antara celana pendek kasual dan celana panjang formal.
C. Celana Baggy
Celana begi (baggy pant) yaitu celana yang longgar dengan kerutan di pinggang dan di bagian pergelangan kaki memakai tali cord untuk membuat kerutan ketika dipakai. Model lain yang berkerut ada yang panjangnya tepat di bawah lutut, memakai ban di ujung bawah pipa, yang disebut knickers.


d. Pantalon
Pantalon ialah celana panjang yang biasa dipergunakan pria sebagai pasangan kemeja, sporthem, T-Shrit dan juga jas, safari.
Selanjutnya, akan dikemukakan beberapa istilah busana kelompok busana (pakaian) dalam yang langsung menutup kulit, yang juga diurutkan berdasarkan abjad.
a. Angkin, yaitu bahan tekstil polos yang biasanya dipilih bahan berkilau (mengkilat) yang dibentuk sedemikian rupa sesuai ukuran pinggang, panggul, yang lebarnya mulai dari pinggang sampai panggul yang digunakan penutup berkain kebaya, dipakai di atas stagen atau di atas pemakaian kain panjang yang
telah dikuatkan oleh tali supaya kain itu tidak lepas.
b. Buste Houder (BH), ialah penahan bagian buah dada perempuan. Ada pula yang dinamakan kutang (brassier) sebagai penahan buah dada ini, yang biasa dipakai oleh para orang tua pada masa lalu.
c. Bebe dalam (onderjurk), yaitu bebe yang dibuat khusus untuk penutup langsung pada badan setelah memakai celana dalam dan BH. Model bebe dalam biasanya tanpa sambungan di pinggang, dapat dibuat dengan garis model princess ataupun tidak, tidak berlengan dengan leher bundar untuk memasukkan kepala. Bahannya dibuat dari yang menyerap air seperti bahan kaos.
d. Celana dalam (directoire), yaitu penutup tubuh mulai dari pinggang sampai di bawah panggul yang bersambung bagian muka dan belakang, yang dipakai langsung menutup kulit baik untuk laki-laki maupun perempuan. Model celana dalam yang lain sambungan di bagian sisi dan panjangnya sampai di pangkal paha.
e. Camisol yaitu kaos dalam khusus untuk perempuan.
f. Long Torso, yaitu semacam BH, yang panjangnya sampai menutup perut, yang biasanya dipakai ketika orang berkebaya pada acara resmi atau setengah resmi.
g. Rok dalam (petticoat), yaitu rok yang dibuat untuk bagian dalam yang dipakai sebelum rok luar atau bebe, yang panjangnya disesuaikan dengan rok luar. Rok dalam ini dapat dibuat sempit atau lebar sesuai keperluan dari rok luar.
h. Singlet yaitu kaos kutang atau kaos tanpa lengan untuk dipakai sebelum kemeja,
yang biasa dipakai para laki-laki.
Jenis Kain
Berbagai jenis kain dapat dilihat dari asal bahan yaitu dari alam seperti dari
katun, lenan, poplin, wol, sutera dan bahan buatan seperti nylon, silk, dan bahan
campuran seperti tetoran.
Warna dan Corak Kain
Warna apapun, termasuk warna bahan untuk busana akan tampak berbeda apabila kena sinar, baik sinar matahari maupun sinar lampu. Dalam memilih warna pakaian/busana ada dua cara untuk mengkombinasikan warna di antara, yaitu :
a. Menghubungkan Warna-warna
Yang dimaksud menghubungkan warna-warna ialah mengkombinasikan warna dengan warna yang berdekatan dalam lingkaran warna menurut teori warna Brewster.
Warna merah, kuning, biru termasuk warna primer (primary hues). Warna ungu yaitu campuran merah dan biru, warna hijau campuran dari kuning dan biru, orange yaitu campuran kuning dan merah. Kumpulan warna campuran
tersebut warna sekunder (secondary hues), dan warna yang berdekatan dicampurkan lagi disebut warna tertier (tertiary hues).
Hubungan itu dapat dibedakan menjadi :
- Hubungan yang didapat dari satu corak warna (monogromatic).
- Hubungan yang didapat dari dua sampai tiga warna yang berdekatan dalam
lingkaran warna (analogus).
Teori warna Brewster merupakan teori warna yang sederhana untuk diterapkan pada rancangan busana.
Mengkombinasikan Warna Yang Berlawanan
Mengkombinasikan warna dengan cara berlawanan maksudnya yaitu cara mengkombinasikan warna dengan warna yang berlawanan letaknya pada lingkaran warna.
Selah mengetahui tentang mengkombinasikan warna di antara warna busana itu sendiri, perlu pengetahuan tentang keselaraan warna kulit dengan warna pakaian.
Untuk sampai pada keselarasan warna kulit dan warna pakaian, perlu diperhatikan tentang penggolongan warna kulit. Warna kulit ini dapat digolongkan menjadi :
- Warna panas, yaitu warna kulit coklat, sawo matang dan hitam.
Warna dingin, yaitu warna kulit kekuning-kuningan, kuning langsat dan putih.
Macam-macam bentuk atau corak, yaitu :
a. Naturalisme termasuk di dalamnya bentuk hewan, tumbuhan, pemandangan dan
manusia.
Corak Naturalisme
b. Bentuk renggaan yaitu memodifikasi bentuk alam menjadi bentuk baru dengan
tidak menghilangkan bentuk aslinya.
c. Bentuk geometris yaitu berbentuk bujur sangkar atau kotak-kotak, bulat,
lonjong, segi tiga, jajaran genjang.
d. Bentuk abstrak adalah bentuk wujudnya tidak jelas dapat berupa coretan,
kelompok dari beberapa warna yang dicampur adukkan
Corak Abstrak
Ukuran corak kainpun akan mempunyai pengaruh kepada bentuk badan.
Ukuran corak kain ini perlu diketahui terlebih dahulu, yaitu dikatakan ukuran corak
kain besar bila jumlah bentuk motif pada satu busana sedikit atau tidak lebih dari
sepuluh; ukuran corak kain sedang, apabila jumlah bentuk motif pada permukaan
kain tidak mudah dihitung; dikatakan corak kain kecil apabila jumlah bentuk motif
busana lebih sulit untuk dihitung.
Corak kain yang sedang dan yang kecil mempunyai pengaruh atau kesan mengecilkan, sendangkan corak yang besar akan memberi kesan menggemukkan. Corak garis vertikal yang sempit akan melangsingkan dan garis vertikal yang lebar dapat memberi kesan melebarkan/menggemukkan. Demikian pula corak kotak-kotak yang besar akan memberi tipuan mata lebih menggemukkan.
Sumber Pustaka
Arifah A. Riyanto. (2003). Teori Busana. Bandung : Yapemdo.
Davis, Marian L. (1980). Visual Design In Dress. USA : Printed in the United States of
America.
Farida Gunawan. [t.t.]. Peristilahan Pada Bidang Busana. Makalah. [t.k.], [t.p.].
Goet Poespo. (2000). Aneka Gaun (Dresses). Yogyakarta : Kanisius.
……. (2001). Jaket, Mantel dan Vest. Yogyakarta : Kanisius.
Ireland, Patrick John. (1987). Encyclopedia of Fashion Details. London : BT Batsford
Ltd.
McKelvey, Kathryn. (1994). Fashion Source Book. New Delhi : Blackwell Science Ltd.
Miss M. Jalins & Ita A.Mamdy. (1984). Unsur-unsur Pokok Dalam Seni Pakaian.
Jakarta : Penerbit Miswar.


