Cara merawat dan memelihara cupang

7 min read

Ikan Cupang jenis Halfmoon

Dzargon. Trend Memelihara ikan cupang di masa pandemik ini kian meningkat. Pasalnya selain menjadi pengisi waktu kosong, merawat ikan cupang ini tidak ruginya karena warnanya yang super indah membuat siapa sangat mudah tertarik dengan ikan yang banyak ditemukan di rawa-rawa ini.

A. Mengenal Ikan Cupang

Ikan cupang adalah ikan kecil yang bisa tumbuh sampai 3-4 cm. Ciri khas ikan ini adalah Siripnya yang indah dan penuh warna-warna vivid seperti merah, biru, putih, hitam dan pink.

Ikan Cupang adalah ikan penghuni air tawar yang hidup bebas di rawa-rawa di negara-negara asia tenggara seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia. Ikan ini dikenal dengan nama latin betta SP yang terdiri dari dua jenis yakni dari Ordo Laburunthinci dan Anabantiadae.

Cupang adalah ikan yang handal dan bisa hidup di rawa dengan air kandungan oksigen terlarut renda rendah. Hal ini disebabkan oleh Labyrinth yang ada di atas kepala ikan cupang mampu membuat menghirup oksigen langusng dari udara tanpa melalui ingsan seperti ikan pada umumnya.

Labyrinth ini adalah alat pernafasan yang berkembang pada ikan cupang karena ingsan dari ikan cupang tidka begitu baik dalam menyaring oksigen di dari dalam air, sehingga pasokan oksigen harus dipenuhi dengan langusng menghisap dari udara.

1. Habitat Ikan Cupang

Ikan cupang adalah ikan yang banyak ditemukan di perairan dangkal di kawasan Hutan Hujan Tropis Asin Tenggara. Rawa-rawa dengan tanaman air tinggi seperti Eceng Gondok dan Lembang adalah habitat alami dari ikan ini.

Tanaman-tanaman air ini menjadi tempat persembunyian ikan cupang dari predator baik itu burung pemakan ikan dari juga ikan besar. Tanaman air ini memberikan perlindungan yang baik teruratama pada burayak cupang yang baru menetas.

Di Alam liar, ikan cupang hidup berkoloni dengan satu pejantan dewasa dan dan anak-anak ikan cupang, sedangkan betina ikan cupang hidup bebas baik berkoloni maupun solitare. Induk Jantang ikan cupang bertugas merawat anak ikan cupang mulai dari telur, buraya, remaja dan sampai siap untuk berkembang biak. Cupang dewasa yang baru sudah bisa berkembang biak akan segera lepas dari koloninya dan menjadi pemimpin baru bagi koloninya.

2. Jenis-Jenis Ikan Cupang

Ikan cupang dikelompokkan berdasarkan dua jenis berdasarkan cara mreka mengembang biakkan anaknya. Kolompok yang pertama adalah tipe Bubble Nest. Ikan cupang tipe ini adalah ikan yang banyak dipelihara di Indonesia sebagai ikan hias karena warnanya yang terkenal cemerlang. Ikan berkembang dengan cara membuat busa tempat menaruh telur-telurnya samapiakhirnya mentas menjadi burayak.

Jenis ikan cupang ke dua adalah Mouth Breeder. Dinama demikian karena ikan ini merawat burayak cupang di dalam mulutnya sampai bisa berenang dengan baik dan mencari makan sendiri. Ikan ini tidak begitu terkenal dikalangan hobiis. Meskipun warnanya juga sama cemerlangnya dengan ikan cupang tipe Bubble Nest namun sirip dari ikan cupang tidak begitu panjang

B. Merawat Ikan Cupang

Ikan cupang adalah ikan bandel dan mudah untuk dirawat. Ikan ini bahkan bisa dipelihara dengan model Solitaire atau satu ikan per toples dan mampu bertahan sampai 5 hari tanpa diberi makan, jadi Hobiis yang sibuk dengan urusan lain tidak perlu khawatir kesulitan mencarikan pakan ikan ini.

Adapaun langkah-langkah memelihara ikan cupang sebagai berikut

1. Membeli cupang

Ikan Cupang adalah ikan yang sudah popular dan mudah dikembangkan sehingga sangat mudah ditemukan di berbagai pasar hewan di seluruh Indonesia. Bahkan untuk ikan cupang liar, anda tidak perlu membelinya cukup dengan mencari rawa-rawa yang memiliki enceng gondok, kemungkinan besar ikan ini akan ditemukan.

Sedangkan bagi yang mau memilih jenis ikan cupang yang akan dirawat, maka membeli dari pasar hobi adalah yang paling efektif. Ikan cupang hias dengan tipe biasa banyak dijual dari harga 5.000 rupiah sampai dengan 20.000 rupiah per ekor untuk pejantan, dengan untuk betina dijual dengan harga yang lebih murah.

Ikan cupang dengan tipe tertentu seperti jenis Dragon, Plakat dan Cross Tail Singgle Color dijual dengan harga yang lebih mahal mulai dari 250.000 rupiah sampai jutaan rupiah. Hal ini tergantung dari motif dari ikan itu sendiri. Harganya bergantung dari banyak hal yang hanya profesional yang bisa menilai dengan baik, oleh karena sebaiknya jangan membeli ikan jenis sendirian kecuali jika kamu sudah lama malang melintang di dunia percupangan.

Ikan Cupang Fancy
Ikan Cupang motif Halfmoon Fancy

Kriteria Ikan cupang berkualitas

Setelah sampai di pasar hobi, jangan buru-buru membeli ikan cupang. Kamu harus perhatikan beberapa kriteria sebagai berikut :

  1. warna dan jenis sudah sesuai dengan keinginan.
  2. Bentuk tubuh idela, dan presisi yang sisi kiri dan kanan sama, untuk masalah warnya tidak masalah, tapi bentuk fisiknya yang penting.
  3. Sirip-sirip sempurna dan tidak berjamur.
  4. Tidak ada bekas luka di badan seperti sirip terlepas. Jika ada kemungkinan besar ikan cupang tersebut sudah pernah diadu. Ikan Cupang yang sudah di adu biasanya kondisi psikisnya jelek dan giginya sudah tanggal.
  5. Gesit dan tidak berdiam di permukaan air.
  6. Sesekali naik mengambil oksigen di udara.

2. Menyiapkan Tempat Perawatan

Ikan Cupang adalah ikan yang bisa di rawat dalam dua metode yakni Metode Solitaire dimana satu wadah ikan cupang berisi satu ikan cupang, dan nanti akan digabungkan dengan betina jika ikan cupang terebut sudah siap berkembang biak.

Dalam metode Solitaire, hal yang harus dipersiapkan adalah :

  1. Wadah ikan cupang dengan dimensi minimal 15 cm x 15 cm x 15 cm
  2. Air bersih, atau air pam yang diendapkan selama minimal 3 hari
  3. Anti Bakteri

Metode yang ke dua adalah ikan cupang dipeliharan dalam wadah yang lebih besar yang berisi belasan atau puluhan ikan. Metode ke dua ini bisa dilakukan dengan akuarium, namun tipsnya jangan membeli ikan cupang dengan ukuran yang berbeda ukuran, karena ikan cupang kecil akan dihajar oleh ikan yang berukuran lebih besar.

Uniknya, ikan cupang tidka perlu gelembung air atau Airator karena ikan cupang akan naik kepermukaan jika membutuhkan oksigen lebih banyak namun jika dipeliharan dari Aquarium, sebaiknya tetap menggunakan Sirkulasi Air untuk mengurangi kadar amoniak dari kotoran cupang, meskipun hal ini tidka begitu prioritas sih.

3. Pakan Ikan Cupang

Ikan cupang adalah ikan predator yang akan memakan semau jenis hewan yang berukuran kecil dan bisa sekali lahap. Adapun pakan ikan cupang yang baik adalah :

  1. Jentik Nyamuk
  2. Kutu Air Zebra
  3. Cacing Grindal
  4. Cacing Sutra
  5. Pelet
  6. Kuning Telur

Untuk pembeliat Pelet, perhatikan ukuran dan kualitas pelet. Sistem pencernaan Ikan Cupang tidak begitu sempurna sehingga kebanyakan memakan pelet akan membuat perut ikan cupang busung dan terkadang beresiko menyebabkan kematian.

Hal serupa juga berlaku untuk kuning telur. Kuning telur yang tidak habis akan mengendap di dasar wadah dan hal ini akan membuat air cepat kotor dan potensi jamur berkembang lebih besar. 1 Ekor ikan cupang dewasa hanya memakan 3 sampai 5 ekor jentik nyamuk untuk sehari.

a. Pakan untuk Burayak Cupang

Burayak ikan cupang adalah masa paling rentang dari pertumbuhan ikan cupang. apda posisi ini, induk ikan cupang akan menomolong ikan cupang untuk tetap bertahan hidup dan berada di permukaan air. Namun induk jantang tidak bisa memberikan makan ke burayak cupang sebagaiman burung memberi makan anaknya.

Burayak ikan cupang akan makan dari Plankton yang berenang bebas di dalam air, oleh karena itu anda harus menyiapkan air yang memgandung plakton. Plankton ini bisa idkembangkan dengan air rendaman batang pisang yang dicacah.

Selain dari Plankton, dalam kondisi Khusus Sedikit kuning telur juga bisa jadi pakan yang baik untuk burayak ikan cupang, namun jangan terlalu banyak.

4. Perawatan

Jenis ikan cupang yang banyak dipelihara dan diperjual bebaskan secara struktur bilogi adalah Tipe Buble Nest, namun dalam bahasa hobiis, Ikan cupang biasanya dibedakan dalam dua jenis yakni cupang hias dan cupang aduan.

Baik Ikan cupang hias dan ikan cupang aduan, keduanya sama-sama memiliki naluri untuk bertarung sama besarnya, hanya saja ikan cupang hias memiliki bentuk ekor yang lebih panjang. Oleh karena itu untuk para hobiis yang ingin menikmati ekor dan bentuk tubuh ikan cupang tetap indah, sebaiknya memelihara ikan cupang secara terpisah atau Solitaire.

Ikan cupang termasuk jenis iakn yang kurang aktif kecuali saat bertarung, oleh karena wadah dengan diamater 5 cm sudah cukup untuk ikan cupang hidup namun hal ini membuat ikan cupang tidak sehat. Paling tidak luas alas dari wadah yang digunakna untuk merawat ikan cupang adalah 100 cms2 atau 10 cm x 10 cm dengan tinggi minimal 15 cm.

Ikan cupang juga bisa ditaruh dalam jumlah dalam satu wadah seperti akuarium, syaratnya harus diletakkan dalam jumlah banyak. Akan lebih baik kalau mereka ditaruh di sana saat masih usia 2 sampai 3 minggu.

Air ikan cupang harus tetap dijaga sekalipun mereka bisa hidup bebas di rawa. Tujuannya hanya untuk menghindari jamur dan memastikan kadar amonia di dalam air tidka terlalu banyak.

Jika anda menggunakan air Pam, sebiaknya air diendapkan terlebih dahulu selama 3 hari sampai kapur dalam air mengendap. Setelah itu baru di bisa digunakan. Agar lebih aman, Air tersebut juag digunakan untuk merendam daun ketapang ketapang kering yang berfungsi sebagai fungisida alami.

5. Cara Ikan Cupang Berkembangbiak

Ikan cupang berkembang dengan cara bertelur. Biasanya dalam sekali bertelur, cupang sehat menghasilkan 200 sampai 1000 butir telur, akan tetapi tidak semua dari telur akan berhasil. Ikan cupang saya pelihara dan kembangkan dari sekian banyak anakan yang dihasilkan, biasanya hanya berhasil tumbuh paling banyak 50 ekor cupang.

a. Pemilihan Induk

Ikan cupang usia 2 bulan secara bioligis sudah bisa berkembang biak, namun rentang dengan stress sehingga peluang utuk memangsa anaknya sendiri jauh lebih besar. Sebaiknya Usia indukan yang dipilih minimal 4 bulan dengan kriteria indukan ikan cupang sebagai berikut :

  1. Usia minimal 12 minggu
  2. Bentuk tubuh sempurna
  3. Ukuran tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar untuk jenisnya.
  4. Ukuran betina hampir sama dengan jantan namun lebih kecil.
  5. Induk boleh dari jenis ikan cupang yang berbeda

b. Tempat Pemijahan

Wadah yang digunakna untuk tempat pemijahan sebaiknya luas dengan dimensi minimal 10 cm x 20 cm dengan ketinggian tidak lebih dari 10 cm. Jumlah air tidak boleh lebih dari 5 cm. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan cupang jantang mengambil telur yang terjatuh di dasar kolam.

Sediakan tanaman terapung dalam wadah seperti apu-apu atau eceng gondok kecil. akar dari tanaman ini mengurangi getaran yang terjadi dipermukaan air dan juga menjadi tempat melekatnya bubble nest.

Tanaman Apu Apu Aqua Scape

Jika sulit untuk menemukan dua jeni stanaman tersebut. Tanaman ini bisa diganti dengan rumput sintetis atau talu rafia yang diikatkan pada batu yang sebagian ujunya berada di permukaan.

c. Proses Pemijahan

Proses pemijahan Ikan cupang dimulai dengan meletakkan induk jantan di kolam besar. Kemudian meletakkan ikan betina akan tetapi masih tersekat transparan antar jantan dan betina. biarkan ikan cupang jantan dan betina saling kenal, biasanya sekita satu hari. Jangan biarkan mereka terpisah terlalu lama karena akan membuat ikan cupang jantan stres ketika pemisah sudah dilepas.

Ciri ciri cupang jantan yang sudah siap kawin adalah sang cupang akan membuat busa sebagai tempat telur dierami. Setelah sehari, lepaslah penghalang antara cupang jantan dan cupang betina. Perhatikan proses perkawinannya. Biasanya pada proses ini akan terlihat seperti sedang berkelahi, atau cenderung cupang jantan menyerang cupang betina. biarkan proses ini. Kembalilah setelah 2 atau 3 jam.

Jika cupang betina bersembunyi di sudut sudut kolam jauh dari cupang jantan, segeralah pisahkan. kemudian ulangi proses dari prosesnya dari awal. Biasanya Kegagalan sangat jarang terjadi. Faktor utama gagal kawin biasanya usia indukan yang belum cukup atau ukuran badan yang terlalu jauh berbeda.

Ikan Cupang kawin
Proses Kawin Ikan Cupang

Ciri ciri cupang yang siap kawin ialah mereka akan saling berdekatan dan bergumul di daerah yang busanya agak banyak. Jika sudah seperti ini anda boleh meninggalkan ikan cupang tersebut. Kembalilah untuk dalam renggang waktu sekitar 3 sampai 6 jam. Jika sudah terdapat titik putih diantara busa tadi itu berarti cupang sudah berhasil kawin. Selanjutnya adalah proses perawatan oleh cupang jantan.

Ambilah cupang betina karena ada kemungkinan cupang betina memakan telur. Cupang jantan jantan akan merawat telur tersebut. Mengangkat telur yang jatuh dari dasar kolam dengan mulutnya. Ada dua pendapat dalam keadaan seperti ini. Pendapat pertama ada yang melarang memberikan makanan karena takut cupang jantan menjadi buas dan memakan telurnya.

Ada yang berpendapat sebaiknya memberikan makanan. Saya memilih dan melakukan pendapat kedua dan alhamdulillah cupang saya berhasil berkembang biak. Akan tetapi jangan memberi makan cupang jantan ini dengan jentik nyamuk. Sebaiknya memberikan maka berupa kutu air. Memberi makan jentik nyamuk akan membawa risiko matinya burayak karena dimakan oleh jentik nyamuk. Selanjutnya adalah menunggu telur cupang menetas.

Biasanya telur cupang menetas sekitar 2 sampai 3 hari. Pada kondisi ini jangan menambahkan air dan tetap biarkan cupang jantan berada di tempat yang sama. Kadang terlihat cupang jantan memasukkan anakan cupang (burayak) pada mulutnya. Tetapi tenang, cupang jantan tidak memakan burayak.

Cupang jantan mengangkat burayak yang tenggelam di dasar ke permukaan karena burayak pada usia seperti ini belum bisa beranak. Setelah 7 sampai 10 hari, barulah memisahkan burayak dari induk jantan dari ikan cupang kecil. Berilah makan berupa kutu air setiap hari. Mulai dari hari pertama burayak menetas. Tidak apa karena kutu air tidak akan memakan burayak.

Demikianlah tips sederhana dari Dzargon mengenai tata cara merawat ikan cupang semoga bermanfaat dan silahkan di share jika anda merasa penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *