Arti Kata Amoy dan Stigma Negatif yang Melekat

2 min read

Cewek Amoy Cantik dan seksi Pakai Baju Tradisional Jepang

Dzargon – Amoy belakangan ini menjadi kata bersifat Konotatif karena murujuk pada wanita etnies Tionghoa yang memiliki taraf kehidupan rendah dan akan melakukan apa saja untuk menyelesaikan masalah finanasial. Apakah kata Amoy memang mengeliki arti tersebut? Mari kita bahas kata yang memang agak menarik perhatian ini.

Cewek Amoy Seksi dan cantk

Arti Kata Amoy

Dari sudut pandang etimologi, kata Amoy berasal dari bahasa Tionghoa 阿妹 (di baca Amoii) yang merupakan sapaan untuk memanggil wanita muda yang belum menikah. Kata ini berasal dari dialeg Khek atau Thiio Chiu. Kata ini berasal dari kata Moi Cai yakni Moi : Perempuan dan Cai : Anak.

Kata ini analog dengan Gadis dalam bahasa melayu atau None dalam bahasa Betawi. Kebanyakan daerah di Indonesia juga punya sebutan untuk gadis seperti Dara dalam bahasa Makassar, Neng untuk orang sunda atau Butet dalam bahasa Batak.

Kata Amoy diperkenalkan secara meluas di Indonesia melalui Singkawan sebagai salah satu kota di Indonesia yang banyak dihuni oleh orang-orang Indonesia beretnies Tionghoa. Kerasnya kehidupan di singkawan membuat tingkat ekonomi para Etnies Tionghoa ini dianggap keluar dari stereotype orang-orang etnies tingohoa di Indonesia.

Stereotypenya sederhana, setipa kali kali kita melihat orang china (WNI beretnies China) kita selalu menghubungkan dengan jago dagang dan usaha sehingga punya banyak uang dan dengan uangnya ia punya banyak kenalan orang-orang besar di daerah tempat ia tinggal.

Berbeda dengan Singkawan, Kehidupan kebanyakan Etnies Tionghoa di sana boleh dikata jauh dari kata sejahtera sehingga membuat mereka menjadi anomali dari etnies tionghoa di Indonesia. Kehidupan mereka di bawah standar dan kurang mengenyam pendidikan.

Hubungan dengan Orang Taiwan

Taiwan adalah salah satu negara yang memiliki hubungan budaya yang kuat dengan Singkawan terutama untuk mencari istri. Kebanyakan orang Taiwan yang perekonomian lemahnya akan susah mencari istri wanita-wanita karir Taiwan yang lebih memilih pria-pria kaya dan workaholik. Hasilnya banyak pria taiwan yang memiliki taraf ekonomi menengah akan mencari Hakka (perempuan muda) di tempat lain.

Singkawan adalah salah satu tempat para Pria Taiwan ini untuk mencari pasangan yang cednerung lebih “mudah” untuk dinikahi dibandingkan dengan dengan mencari wanita dari Taiwan yang lebih banyak berfikir mengembangkan karir. Salah satu untungnya menikahi wanita Singkawan adalah memiliki leluhur yang sama dengan mereka meskipun llahir di negara yang berbeda. Sehingga cenderung lebih mudah dalam menghadapi Culture Shock.

Kemiskinan dan sulit bertahan hidup dengan tingkat pendidikan yang rendah membuat banyak gadis muda ber-Etnies Tionghoa ini menganggap pernikahan dengan pria Taiwan ini menjadi salah satu jalan keluar dan kesempatan buat mereka mengangkat derajat keluarga.

Hanya saja tidak semua yang berangkat ke Taiwan beruntung. Pernikahan beda negara ini lebih rentang dengan Human Trafficking sehingga tidak jarang dari mereka hanya di bawah ke Malaysia untuk menjadi wanita penghibur. Hal yang membuat lebih parah lagi adalah kondisi ekonomi ini membuat banyak gadis-gadis Singkawan memilih bekerja di Bar, Cafe dan tempat hiburan malam kelas menengah ke bawah yang memang lebih mementingkan fisik daripada tingkat pendidikan.

Tidak sedikit dari mereka yang terlibat dengan dunia hiburan malam tergoda materi untuk untuk memberikan layanan tambahan kepada pelanggan atau malah cenderung menjadi wanita penghibur dalam artian sesunggunya.

Dari sini kata Amoi mulai mengalami pergeseran dari yang awalnya gadis muda cantik menjadi cewek muda etnies China yang taraf finansial dan pendidikan rendahnya. Selain dari Singkawan, Gadis ber-etnies china muda di daerah lain di Indonesia tidak begitu akrab di sapa sebagai Amoy, kebanyak wanita china lebih di kenal dengan sebutan Cici. di Daerah Jakarta cewek China yang memiliki kulit putih malah biasa disebut dengan istilah Panlok atau panda lokal.

Akhir Kata

Tentu saja stigma yang melekat ke kata Amoy ini sudah menjadi stereotype yang sulit dilepaskan dari sosok wanita etnies china yang jual diri. Padahal tidak semua Amoi (Gadis) di singkawan punya watak yang sama, hanya pikiran kita saja yang kolot dengan stereotype-nya yang kampungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *